Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Galau Lagi, Mengapa?

Penulis : Indah Handayani
28 Mei 2025 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi galau, karena turun 5,94 poin (0,08%) ke level 7.193,02 pada penutupan sesi I, Rabu (28/5/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini galau lagi karena sentimen dari dalam negeri.

Pilarmas merekomendasikan saham RAJA untuk perdagangan di sesi II.

Pilarmas menjelaskan, sentimen dalam negeri tersebut adalah aksi profit taking menjelang libur panjang turut mewarnai perdagangan hari ini. Di sisi lain pasar tampak juga mempertimbangkan tekanan dari aksi rebalancing indeks MSCI yang akan efektif 2 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

“Dengan demikian, akan ada proses penyesuaian ulang komposisi kembali indeks berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan kriteria teknis lainnya,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (28/5/2025).

Sementara itu, lanjut Pilarmas, indeks saham Asia terlihat menguat disaat momentum karena meningkatnya kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) dan meredanya ketegangan perdagangan AS -Uni Eropa yang mendorong sentimen investor.

“Pasar menyambut rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dimana indeks keyakinan konsumen meningkat saat ada perang tarif dagang. US Conf. Board Consumer Confidence naik dari sebelumnya 85.7 menjadi 98,” jelas Pilarmas.

Pilarmas menyebut, Ekonom Senior The Conference Board Stephanie Guichard menyampaikan bahwa kepercayaan konsumen rebound pada bulan Mei, mengakhiri penurunan beruntun selama lima bulan. “Pasar menantikan risalah pertemuan The Fed bulan Mei yang akan rilis pada Rabu waktu setempat,” jelasnya.

Sebelumnya Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan, data ekonomi belum menunjukkan peningkatan tekanan harga atau pengangguran, menggemakan sentimen banyak pejabat bank sentral yang mengantisipasi suku bunga acuan akan tetap tidak berubah hingga dampak penuh dari tarif Trump diketahui.

Rencana Darurat Jepang

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia