Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Mau Dapat Dividen Rp 1,7 Triliun, Saham Diterawang Melejit 65%

Penulis : Harso Kurniawan
7 Jun 2025 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) diprediksi meraih dividen Rp 1,7 triliun dari sejumlah perusahaan, antara lain PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Seiring dengan itu, saham SRTG masih diganjar rekomendasi positif dengan target harga tinggi. 

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas Indonesia (SSI), kuartal I-2025, net asset value (NAV) Saratoga turun 0,8% secara tahunan menjadi Rp 48 triliun. Ini tak lepas dari tekanan ke saham-saham yang dipegang Saratoga, seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), AADI, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). 

Pada periode itu, pendapatan MDKA turun 6,8% menjadi US$ 504 juta, dipicu penurunan penjualan tembaga dan nikel. Adapun AADI selaku pemasok dividen terbesar Saratoga mencetak kinerja lemah, di mana pendapatan terpangkas 11,4% menjadi US$ 1,1 milair dan laba bersih turun 28,5% menjadi US$ 223 juta. 

ADVERTISEMENT

Kuartal I lalu, SSI mencatat, penerimaan dividen Saratoga tidak signifikan, karena kebanyakan disetor pada pertengahan tahun. Sepanjang 2025, perseroan diprediksi meraih dividen Rp 1,7 triliun yang bisa memperkuat modal. 

Ke depan, SSI melihat, saham-saham pegangan Saratoga berpotensi naik. Contohnya, AADI akan diuntungkan oleh perubahan tarif royalti batu bara, sedangkan kinerja MDKA diprediksi mebaik, seiring beroperasinya proyek baru. 

“Prospek SRTG lebih dipengaruhi oleh kinerja ekonomi dunia dan perkembangan harga komoditas, karena kebanyakan portofolio bermain di pertambangan dan sumber daya alam. Kami masih khawatir dengan terus berlanjutnya tekanan harga komoditas,” tulis SSI, dikutip Sabtu (7/6/2025). 

Dalam pandangan SSI, penurunan harga batu bara akan berimbas ke Saratoga, yakni penurunan dividen dan perlambatan pemulihan NAV. Sementara itu, ketidakpastian global membuat keyakinan investor ke saham ini berkurang, sehingga NAV bisa terus tertekan.

Target Harga Tinggi 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia