Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Tergelincir, Pasar Masih Menunggu

Penulis : Indah Handayani
11 Jun 2025 | 04:34 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas, Sumber Freepick
ilustrasi harga emas, Sumber Freepick

NEW YORK, investor.id - Harga emas tergelincir pada perdagangan Selasa (10/6/2025). Hal itu seiring pelaku pasar yang masih menunggu hasil pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Hasil dari negosiasi ini berpotensi meredakan ketegangan dagang dan mendongkrak ekonomi global, yang pada akhirnya mengurangi minat terhadap aset safe haven seperti emas.

Dikutip dari CNBC internasional, harga emas di pasar spot tercatat turun 0,1% menjadi US$ 3.324,55 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,3% di level US$ 3.343,40 per ons.

Tekanan tambahan datang dari penguatan dolar AS. Indeks dolar naik 0,2% terhadap sejumlah mata uang utama dunia, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

ADVERTISEMENT

"Beberapa sesi terakhir, harga emas memang terkoreksi dari level tertinggi sebelumnya. Ini terutama disebabkan oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap hasil perundingan antara AS dengan China, serta Inggris dengan Rusia," ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyebutkan, negosiasi dengan China berjalan positif dan diperkirakan berlangsung sepanjang hari di London. Pertemuan ini merupakan hari kedua pembahasan yang fokus pada pengendalian ekspor,isu yang dikhawatirkan bisa memicu ketegangan baru antara dua negara adidaya tersebut.

Kesepakatan dagang antara AS dan China dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, mengingat emas biasanya bersinar saat terjadi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

"Investor masih menunggu koreksi harga yang lebih dalam, mungkin di kisaran US$ 3.100 per ons. Untuk saat ini, pasar masih wait and see terhadap hasil negosiasi AS-China," kata analis pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn.

Sinyal The Fed

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia