Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perjanjian Dagang AS-China

Penulis : Indah Handayani
11 Jun 2025 | 11:11 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Treasury)
Ilustrasi harga emas. (Treasury)

NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia naik pada Rabu pagi (11/6/2025). Kenaikan itu terjadi di tengah ketidakpastian seputar finalisasi perjanjian dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mendorong aksi beli aset safe haven.

Dikutip dari Reuters, investor juga menanti data inflasi AS yang akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.

Harga emas hari ini terlihat naik 0,5% menjadi US$ 3.340,1 per ons pada saat berita ini ditulis. Sementara kontrak berjangka emas AS juga naik 0,2% ke level US$ 3.349,80 per ons.

ADVERTISEMENT

Kabar terbaru dari London menyebutkan, pejabat AS dan China telah menyepakati kerangka kerja untuk mengembalikan gencatan dagang dan menyelesaikan persoalan pembatasan ekspor China terhadap mineral tanah jarang dan magnet. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, setelah dua hari negosiasi intensif.

Namun, Lutnick menambahkan, kerangka kerja tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping.

"Selama Trump atau Xi belum memberikan lampu hijau, ketidakpastian tetap membayangi, dan ini mendukung harga emas menjelang rilis data inflasi," kata analis senior di City Index Matt Simpson.

Sebelumnya, AS dan China saling memberlakukan tarif balasan sejak April, yang memicu perang dagang. Meski pada pertemuan di Jenewa bulan lalu kedua negara sepakat untuk menurunkan tarif dari level tiga digit, pasar masih diliputi keraguan.

Laporan Bank Dunia 

Laporan Bank Dunia pada Selasa (10/6/2025) turut memperburuk sentimen, dengan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 sebesar 0,4 poin persentase menjadi 2,3%. Penyebabnya adalah tarif yang lebih tinggi dan ketidakpastian geopolitik yang dinilai menjadi hambatan besar bagi hampir semua negara.

Sementara itu, investor menantikan laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pukul 19.30 WIB. Data ini penting karena akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sebagian besar ekonom dalam survei Reuters memperkirakan The Fed masih akan menahan suku bunga setidaknya selama beberapa bulan ke depan, mengingat risiko inflasi yang bisa kembali meningkat akibat kebijakan tarif Presiden Trump.

Di pasar logam lainnya, harga perak stagnan di US$36,53 per ons, dan platinum turun 0,4% menjadi US$1.216,42. Sedangkan paladium malah naik 0,3% ke posisi US$1.063,62 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia