Jumat, 15 Mei 2026

Bos Hartadinata Abadi (HRTA) Sebut Tren Emas Bergeser, Kenapa?

Penulis : Indah Handayani
12 Jun 2025 | 16:12 WIB
BAGIKAN
Hartadinata Abadi (HRTA)
Hartadinata Abadi (HRTA)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Sandra Sunanto mengatakan, telah terjadi pergeseran tren emas di masyarakat Indonesia usai Covid-19. Hal itu terjadi karena banyaknya ketidakpastian kondisi global.

“Masyarakat lebih memilih emas batangan, ketimbang perhiasan. Tren ini terjadi setelah Covid-19, karena mengantisipasi kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian,” ungkap Sandra di sela public expose melalui daring, Kamis (12/6/2025).

Sandra mengakui, perubahan tren ini membuat permintaan emas perhiasan HRTA mengalami penurunan. Bahkan, di sepanjang 2025, penjualan emas perhiasan hanya menyumbang 20% dari total pendapatan. “Sedangkan 80% disumbangkan dari penjualan emas batangan,” paparnya.

ADVERTISEMENT

Sandra memprediksi, tren ini masih akan berlanjut di sepanjang 2025. Mengingat para ahli, termasuk Goldman Sach, memprediksi di akhir tahun harga emas bisa mencapai US$ 3.800. Pihaknya pun meyakini harga emas tidak akan turun seignifikan secara tiba-tiba. "Hal ini terkait volatilitas yang masih sangat tinggi, terkait kondisi geopolitik yang belum stabil dan ketidakpastian yang masih tinggi," ungkapnya.  

Untuk mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap emas perhiasan seperti sebelum Covid-19, Sandra mengatakan pihaknya menerapkan strategi inovasi dan desain otentik melaui brand Ardore yang dihasilkan oleh para desainer dan pengrajin perseroan. “Ini akan membuat pemakainya akan memiliki kebanggaan tersendiri, dan kami ingin menyampaikan keindahan akan diberikan melalui brand ini,” paparnya.

Tidak hanya itu, hingga Maret 2025, Sandra menegaskan, HRTA terus memperkuat kehadiran ritelnya melalui ekspansi jaringan toko yang dilakukan secara strategis, dimana Perseroan telah memiliki 93 toko Hartadinata Abadi di seluruh Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan aksesibilitas dan branding di berbagai wilayah potensial.

“Hingga akhir tahun, HRTA menargetkan Toko Hartadinata Abadi untuk mencapai total 100 toko sebagai bagian dari strategi penguatan kanal distribusi dan pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan. Dengan fokus area di luar Jabodetabek, mulai gencar ekspansi ke kota besar dan skala menengah I di luar Pulau Jawa,” paparnya.

Pertumbuhan Bisnis

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia