Ada yang Belanja Saham BBRI
Dalam jangka panjang, Verdhana menilai, BBRI harus mencari segmen kredit lain untuk memacu pertumbuhan, mengingat laju segmen mass market yang digarap perseroan kurang impresif. Ini terlihat pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) segmen mass market yang hanya 2-4%, sehingga pertumbuhan kredit segmen ini kurang dari 10%.
Setelah hasil keuangan April 2025 keluar, broker ini melihat BBRI belum bisa melampaui para pesaing. Alasannya, pertumbuhan kredit di segmen mass market melambat, yang bisa mendongkrak biaya kredit.
Verdhana masih mempertahankan rekomendasi buy saham BBRI dengan target harga Rp 5.000, berdasarkan analisis DuPont. Target harga itu mencerminkan PBV dan PER 2025 masing-masing 2,3 kali dan 12,5 kali.
Risiko saham BBRI adalah pemburukan ekonomi makro Indonesia, perubahan regulasi, dan pengetatan likuiditas. Ini bisa mendongkrak biaya dana, memperburuk kualitas kredit yang berujung pada peningkatan biaya kredit, serta pembengkakan biaya operasional.
Verdhana melihat perubahan manajemen BBRI kemungkinan mengubah kebijakan write off, sehingga memengaruhi biaya kredit. Ini akan berdampak besar terhadap laba perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






