Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Melemah, Pasar Cemas Menanti Kepastian Tarif Trump

Penulis : Indah Handayani
9 Jul 2025 | 04:55 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Wall Street
Sumber; AP
Ilustrasi Wall Street Sumber; AP

NEW YORK, investor.id — Indeks-indeks Wall Street mayoritas melemah pada akhir perdagangan Selasa (8/7/2025). Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan tarif impor baru akan tetap berlaku mulai 1 Agustus tanpa pengecualian.

Dikutip CNBC internasional, S&P 500 turun tipis 0,07% ke posisi 6.225,52. Sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 165,60 poin (0,37%) ke 44.240,76. Sementara Nasdaq Composite malah naik tipis 0,03% dan ditutup di level 20.418,46.

Pelaku pasar masih diselimuti kebingungan akibat pernyataan Trump yang berubah-ubah soal kebijakan tarif. Setelah sempat memundurkan tenggat penerapan tarif dari 9 Juli ke 1 Agustus pada Senin (7/7/2025), Trump kemudian menyatakan bahwa tanggal tersebut ‘belum final’.

Namun pada Selasa (8/7/2025), melalui unggahan di Truth Social, Trump memastikan tidak akan ada penundaan atau pengecualian dari kebijakan tarif tersebut.

Di hari yang sama, Trump juga mengumumkan tarif baru sebesar 50% untuk impor tembaga, menambah tekanan terhadap sentimen pasar.

Aksi pasar pada Selasa ini mengikuti pelemahan tajam sehari sebelumnya, ketika Dow Jones anjlok lebih dari 400 poin usai Trump menetapkan tarif 25% untuk produk dari Korea Selatan dan Jepang. Secara keseluruhan, ada 14 negara yang terdampak kebijakan tarif Trump terbaru.  

Kejelasan Tarif

Investor kini menanti kejelasan tarif Trump lebih lanjut. Banyak yang berharap tarif akhir yang akan diberlakukan nantinya tidak sekeras ancaman yang telah disampaikan.

Kepala Riset Pasar Modal di US Bank Wealth Management Bill Merz mengatakan, sejak April, pasar mulai melihat bahwa tarif mungkin tidak akan berdampak terlalu buruk terhadap pertumbuhan, laba perusahaan, maupun inflasi.

"Sentimen investor berubah cepat dan kini lebih optimistis, sebagaimana tercermin dari indeks saham yang mendekati rekor tertingginya," jelasnya.

Di sisi lain, saham Nvidia naik 1% dan semakin mendekati kapitalisasi pasar senilai US$ 4 triliun. Namun, sektor perbankan justru membebani indeks setelah HSBC menyampaikan pandangan lebih hati-hati terhadap bank-bank besar. Saham JPMorgan dan Bank of America anjlok 3%, sedangkan Goldman Sachs turun hampir 2%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 53 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia