Harga Emas Dekati Level Terendah Sepekan, Mengapa?
JAKARTA, investor.id – Harga emas global melemah pada Rabu (9/7/2025), mendekati level terendah dalam lebih dari satu pekan. Tekanan berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Reuters, ditambah lagi, kekhawatiran pasar atas ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga:
Harga Emas Bakal ke SiniHarga emas terlihat turun US$ 8,5 menjadi US$ 3.293,4 per ons pada saat berita ini ditulis. Sementara kontrak berjangka emas AS turun tipis 0,2% menjadi US$ 3.310,10 per ons.
Trump kembali memperkeruh sentimen pasar dengan mengumumkan rencana pengenaan tarif 50% untuk impor tembaga, serta mengenakan tarif untuk semikonduktor dan produk farmasi, yang selama ini hanya berupa ancaman.
Tidak hanya itu, Trump juga mengulangi ancaman tarif 10% terhadap negara-negara BRICS, termasuk Indonesia.Indeks dolar AS stabil setelah sempat mendekati level tertinggi dua pekan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di dekat level tertinggi tiga pekan.
"Harga emas bulan ini menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan dari dolar dan yield yang naik. Ini mencerminkan kekuatan fundamental dan bias bullish di pasar," kata Head of Global Macro di Tastylive Ilya Spivak.
Imbal Hasil Obligasi
Imbal hasil obligasi yang tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset non-bunga seperti emas. Sementara itu, penguatan dolar AS membuat harga emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Pasar kini menantikan risalah pertemuan terakhir The Fed (FOMC) yang dijadwalkan dirilis malam ini, guna mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga AS berikutnya.
"Reaksi pasar terhadap risalah FOMC bisa memberi petunjuk posisi pasar dalam perdebatan Fed vs kebijakan moneter,” tambah Spivak.
Dari sisi data ekonomi, ekspektasi inflasi masyarakat AS tetap stabil. Survei Fed New York menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun di angka 3%, turun dari 3,2% pada Mei, sedangkan proyeksi tiga dan lima tahun tetap di 3% dan 2,6%.
Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga tertekan, yaitu perak turun 0,5% ke US$ 36,58 per ons, platinum melemah 0,8% ke US$ 1.348,78 per ons, dan palladium turun 0,4% ke US$ 1.106,29 per ons
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






