Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Dekati Level Terendah Sepekan, Mengapa?

Penulis : Indah Handayani
9 Jul 2025 | 11:11 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id – Harga emas global melemah pada Rabu (9/7/2025), mendekati level terendah dalam lebih dari satu pekan. Tekanan berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, ditambah lagi, kekhawatiran pasar atas ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.

Harga emas terlihat turun US$ 8,5 menjadi US$ 3.293,4 per ons pada saat berita ini ditulis. Sementara kontrak berjangka emas AS turun tipis 0,2% menjadi US$ 3.310,10 per ons.

ADVERTISEMENT

Trump kembali memperkeruh sentimen pasar dengan mengumumkan rencana pengenaan tarif 50% untuk impor tembaga, serta mengenakan tarif untuk semikonduktor dan produk farmasi, yang selama ini hanya berupa ancaman.

Tidak hanya itu, Trump juga mengulangi ancaman tarif 10% terhadap negara-negara BRICS, termasuk Indonesia.Indeks dolar AS stabil setelah sempat mendekati level tertinggi dua pekan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di dekat level tertinggi tiga pekan.

"Harga emas bulan ini menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah tekanan dari dolar dan yield yang naik. Ini mencerminkan kekuatan fundamental dan bias bullish di pasar," kata Head of Global Macro di Tastylive Ilya Spivak.

Imbal Hasil Obligasi

Imbal hasil obligasi yang tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset non-bunga seperti emas. Sementara itu, penguatan dolar AS membuat harga emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Pasar kini menantikan risalah pertemuan terakhir The Fed (FOMC) yang dijadwalkan dirilis malam ini, guna mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga AS berikutnya.

"Reaksi pasar terhadap risalah FOMC bisa memberi petunjuk posisi pasar dalam perdebatan Fed vs kebijakan moneter,” tambah Spivak.

Dari sisi data ekonomi, ekspektasi inflasi masyarakat AS tetap stabil. Survei Fed New York menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun di angka 3%, turun dari 3,2% pada Mei, sedangkan proyeksi tiga dan lima tahun tetap di 3% dan 2,6%.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga tertekan, yaitu perak turun 0,5% ke US$ 36,58 per ons, platinum melemah 0,8% ke US$ 1.348,78 per ons, dan palladium turun 0,4% ke US$ 1.106,29 per ons

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 49 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 53 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia