Harga Emas Bersinar, Perkembangan Negosiasi Dagang Jadi Fokus Utama
NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu (9/7/2025). Di saat fokus investor terhadap perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan sejumlah mitra dagangnya. Namun, penguatan dolar AS membatasi kenaikan harga emas.
Harga emas spot naik 0,36% menjadi US$ 3.313,6 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 30 Juni di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS (gold futures) ditutup naik 0,1% ke US$ 3.321 per ons.
Baca Juga:
Harga Emas Bakal ke SiniDikutip dari Reuters, Chief Market Strategist Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, di tengah volatilitas pasar, kekhawatiran fiskal, dan defisit anggaran AS yang membengkak, investor mulai kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai.
“Kondisi pasar yang tidak menentu mendorong investor mencari aset aman seperti emas,” ujarnya.
Dari sisi perdagangan global, Uni Eropa menyatakan sedang berupaya mencapai kesepakatan dagang dengan AS sebelum akhir bulan ini. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali menjanjikan akan mengirimkan pemberitahuan tarif tambahan terhadap sejumlah negara yang tidak disebutkan namanya.
Trump juga baru saja menandatangani paket besar pemotongan pajak dan belanja negara, yang menurut analis independen bisa menambah utang AS sebesar US$ 3,4 triliun dalam 10 tahun ke depan.
Namun, penguatan dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan membuat emas menjadi kurang menarik bagi pembeli luar negeri, karena harga menjadi lebih mahal dalam mata uang lokal mereka.
Fokus Pasar
Pasar juga mencermati risalah rapat The Fed pada 17–18 Juni yang dirilis Rabu, yang menunjukkan hanya segelintir pejabat yang mendukung pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Mayoritas pejabat justru masih mencemaskan tekanan inflasi yang bisa muncul akibat kebijakan tarif Trump.
Sementara itu, Trump terus mendesak The Fed untuk segera memangkas suku bunga dan bahkan kembali menyerukan agar Ketua The Fed Jerome Powell mengundurkan diri. Namun, para pembuat kebijakan tampak belum satu suara soal arah kebijakan moneter.
Pada pertemuan FOMC bulan lalu, The Fed sepakat menahan suku bunga acuan di level 4,25%–4,50%, yang sudah bertahan sejak Desember 2024. Emas biasanya menguat saat ketidakpastian ekonomi meningkat, namun kurang menarik saat suku bunga tinggi karena tidak menghasilkan imbal hasil.
Selain emas, harga logam mulia lainnya justru mengalami penurunan. Spot silver turun 1,3% ke US$ 36,31 per ons, platinum melemah 1,1% ke US$ 1.344,32, dan palladium turun 0,4% ke US$ 1.106,35.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






