Jumat, 15 Mei 2026

Mentan Amran: Peluang untuk CPO Indonesia

Penulis : Muhammad Farhan
17 Jul 2025 | 19:21 WIB
BAGIKAN
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di gedung RRI, Kamis (17/7/2025). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di gedung RRI, Kamis (17/7/2025). (B-Universe Photo/Muhammad Farhan)

JAKARTA, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif impor sebesar 19% terhadap produk-produk Indonesia, sebagai hasil kesepakatan sementara dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Ini adalah tambahan biaya yang harus dibayar produk-produk Indonesia untuk bisa dipasarkan di AS.

Sementara dalam kesepakatan itu pula dikatakan bahwa produk-produk AS yang dipasarkan di Indonesia terbebas dari tarif impor. Bahkan, Trump menyatakan AS mendapat kompensasi untuk mengekspor produk pertanian ke Indonesia sebesar US$ 4,5 miliar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, impor produk pertanian terbesar dari AS ke Indonesia berupa gandum. Indonesia harus bersyukur terhadap pengenaan tarif impor AS terhadap produk Indonesia yang telah turun dari 32% menjadi 19%, seiring keberhasilan negosiasi dagang. Tarif produk Indonesia itu relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

ADVERTISEMENT

“Kita bersyukur karena tarif dari 32%, menjadi 19%. Artinya apa? Ada celah disana untuk pertanian,” kata Amran selepas menghadiri gelaran Kagama Leaders Forum di gedung RRI, Kamis (17/7/2025).

Dia mengatakan, tarif impor untuk Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia. Bagi Amran, tarif impor yang rendah dibandingkan negara serumpun itu menjadi peluang bagi ekspor produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ke negeri Paman Sam.

“Ada celah di sana, yaitu CPO. Pesaing kita cuma Malaysia, iya kan? Artinya apa? Kita bisa menambah juga Ini menjadi peluang emas bagi pertanian,” tegas Amran.

Sebagai informasi, Indonesia dalam kesepakatan sementara dikenakan tarif 19% ke AS, jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia sebesar 25%, Vietnam sebesar 20% dan 40% transhipment, serta Thailand sebesar 36%.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, resmi mengumumkan tarif impor sebesar 19% untuk produk asal Indonesia pada Selasa (15/7/2025). Langkah ini disebut sebagai hasil kesepakatan dagang antara AS dan Indonesia yang dinilai saling menguntungkan.

Trump juga menyebut kesepakatan dagang ini sebagai “hebat untuk semua orang” dalam unggahannya di Truth Social. Dalam pernyataan resminya di Gedung Putih, ia menyanjung Presiden Prabowo Subianto dan menegaskan bahwa AS kini mendapat akses penuh ke pasar Indonesia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia