Jumat, 15 Mei 2026

Prospek Pasar Surat Utang di Tengah Penurunan Suku Bunga

Penulis : M. Ghafur Fadillah
21 Jul 2025 | 11:15 WIB
BAGIKAN
obligasi Surat Utang Negara (SUN)
obligasi Surat Utang Negara (SUN)

JAKARTA, investor.id – Prospek Surat utang negara (SUN) diperkirakan menghadapi tekanan sepekan ke depan, di tengah potensi arus keluar dana asing dan ekspektasi penguatan pasar saham sebagai dampak penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Fixed Income Analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan, minimnya rilis data ekonomi domestik dalam sepekan ke depan membuat pelaku pasar bakal lebih banyak merespons dinamika global serta pernyataan para pejabat The Federal Reserve (The Fed), termasuk pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Selasa mendatang.

“Sentimen risk-on di pasar saham selepas pemangkasan suku bunga akan meningkatkan minat investor terhadap instrumen saham untuk mengejar return, sehingga bisa menjadi substitusi bagi pasar surat utang,” jelas Ahmad kepada Investor Daily dikutip Senin (21/7/2025).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, menipisnya selisih suku bunga antara BI dan bank sentral utama dunia, terutama The Fed, juga menjadi perhatian utama investor asing. “Kondisi ini dapat memicu potensi capital outflow, terutama karena yield SUN tenor 10 tahun sudah cukup turun dalam beberapa pekan terakhir,” ujarnya.

Dalam sepekan terakhir, yield atau imbal hasil SUN tenor 10 tahun turun ke level 6,538% dari sebelumnya 6,577%. Namun, Ahmad memproyeksikan yield akan kembali naik ke kisaran 6,5%-6,7% dalam waktu dekat.

“Saya lebih condong yield bergerak naik mendekati 6,6% karena spread suku bunga dengan AS yang semakin tipis dan potensi investor asing melakukan profit taking,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, harga obligasi saat ini sudah cukup mahal, sehingga tekanan jual dari investor khususnya asing mungkin akan terjadi.

Sementara itu, pemerintah dijadwalkan menggelar lelang SUN pada pekan depan dengan target indikatif sebesar Rp 9 triliun yang terbagi dalam tujuh seri.

Ahmad memperkirakan, minat investor domestik akan cukup tinggi, terutama karena tren penurunan suku bunga membuat obligasi dengan kupon tinggi semakin langka.

"Investor mulai memburu potensi capital gain, dan dari tujuh seri yang dilelang, PBS003 dan PBS034 dinilai paling menarik karena kuponnya yang tinggi dan potensi gain ke depan,” ujarnya.

Dia memproyeksikan total penawaran dalam lelang mendatang berada pada kisaran Rp 13,5 triliun hingga Rp 27 triliun, atau dengan bid-to-cover ratio antara 1,5 hingga 3,0 kali. Hal ini mencerminkan antusiasme pasar yang masih cukup tinggi, meski tak sebesar lonjakan sebelumnya.

"Pemerintah kemungkinan tetap menyerap minimal Rp 9 triliun, dan bisa saja meningkatkan penyerapan karena kebutuhan pembiayaan defisit yang lebih besar dari bulan-bulan sebelumnya,” pungkas Ahmad.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia