Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 21 Juli 2025
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Senin (21/7/2025). Pelemahan di tengah meningkatnya ketidakpastian tarif AS.
Rupiah hari ini ditutup melemah 26,5 poin (0,16%) ke level Rp 16.323. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,19% menjadi 98,29. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat 44 poin (0,27%) ke level Rp 16.296,5 pada Jumat (18/7/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, meningkatnya ketidakpastian tarif AS terus menjadi trending dikalangan para investor, setelah Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu bahwa Uni Eropa sedang mempersiapkan tindakan balasan atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.
“Hal ini merupakan tanggapan atas tuntutan pejabat AS atas lebih banyak konsesi dari blok tersebut untuk kesepakatan perdagangan potensial, termasuk tarif dasar sebesar 15%, yang mengejutkan para negosiator Uni Eropa,” ungkap Ibrahim, Senin (21/7/2025).
Laporan WSJ menggarisbawahi ketidakpastian atas kebijakan perdagangan AS, terutama karena batas waktu 1 Agustus untuk pemberlakuan tarif Trump semakin dekat. Menteri Perdagangan Howard Lutnick pada hari Minggu mengatakan bahwa 1 Agustus adalah tenggat waktu yang ketat untuk tarif, yang berkisar antara 20% hingga 50% terhadap negara-negara ekonomi utama.
Ibrahim menambahkan, investor juga sedang menunggu berita dari AS tentang kemungkinan sanksi lebih lanjut, setelah Presiden Donald Trump awal pekan ini mengancam akan memberikan sanksi kepada pembeli ekspor Rusia kecuali Moskow menyetujui kesepakatan damai dalam 50 hari. “Selain itu, investor bersikap hati-hati karena tarif AS akan mulai berlaku pada 1 Agustus,” jelasnya.
Di Asia, lanjut Ibrahim, hasil pemilihan majelis tinggi Jepang, yang diadakan selama akhir pekan, menunjukkan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa kehilangan mayoritasnya hanya mengamankan 47 kursi dari 248 kursi yang tersedia, menimbulkan keraguan atas masa depan pemerintahan Jepang.
Sentimen Internal
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






