Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Kamis 24 Juli 2025: Kembali Menguat

Penulis : Indah Handayani
24 Jul 2025 | 09:24 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka kembali menguat pada Kamis (24/7/2025). Penguatan itu terjadi seiring meningkatnya sentimen pasar terhadap perkembangan positif kesepakatan dagang antara AS dan mitra-mitra dagangnya.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.03 WIB di pasar spot exchange, Rupiah hari ini menguat sebesar 35,5 poin (0,22%) ke level Rp 16.267,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terpantau turun 0,07% menjadi 97,14.

Sedangkan pada perdagangan Rabu (23/7/2025), mata uang rupiah sempat ditutup menguat sebesar 16,5 poin (0,1%) ke level Rp 16.303.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, mata uang Asia mayoritas menguat seiring meningkatnya sentimen pasar terhadap perkembangan positif kesepakatan dagang antara AS dan mitra-mitra dagangnya. Di sisi lain, yen Jepang juga menguat meski dibayangi ketidakpastian politik dalam negeri.

Dua diplomat Eropa menyebutkan, AS dan Uni Eropa sedang dalam tahap akhir negosiasi kesepakatan dagang yang berpotensi menetapkan tarif dasar sebesar 15% untuk produk-produk Uni Eropa, namun dengan kemungkinan pengecualian tertentu.

Sebelumnya, AS juga mencapai kesepakatan dengan Jepang yang menurunkan tarif impor mobil serta menghindarkan Jepang dari tarif tambahan, sebagai imbal balik atas paket investasi dan pinjaman senilai US$ 550 miliar ke AS.

Perkembangan ini disambut positif oleh pasar global. Aset-aset berisiko menguat, sementara dolar AS tertekan karena investor beralih ke mata uang lain.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko naik ke level tertinggi delapan bulan di US$ 0,6604. Sementara itu, euro stabil di US$ 1,1768, mendekati level US$ 1,1830 yang menjadi titik tertingginya dalam lebih dari tiga tahun.

“Kerangka kerja dagang antara AS dan mitra utama jelas mendukung sentimen risiko,” ujar Carol Kong, analis mata uang dari Commonwealth Bank of Australia. Ia menambahkan bahwa kekhawatiran akan potensi aksi balas dendam dagang antara AS dan Uni Eropa tampaknya telah mereda.

Yen Tertahan Isu Politik

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 47 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 51 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia