Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 24 Juli 2025

Penulis : Indah Handayani
24 Jul 2025 | 15:20 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta pada Jumat (11/10/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta pada Jumat (11/10/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup positif lagi pada Kamis (24/7/2025). Penguatan tersebut ditopang pasar merespons positif kesepakatan dagang AS dengan mitra dagangnya. 

Rupiah hari ini ditutup positif lagi sebesar 8 poin (0,05%) ke level Rp 16.295. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,07% menjadi 97,28. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat ditutup menguat sebesar 16,5 poin (0,1%) ke level Rp 16.303 pada Rabu (23/7/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar memantau perkembangan perundingan perdagangan AS-Uni Eropa, menyusul kesepakatan tarif Presiden Donald Trump dengan Jepang. Perjanjian tersebut menurunkan bea masuk impor otomotif dan membebaskan Tokyo dari pungutan baru. "Dengan imbalan paket investasi dan pinjaman senilai US$ 550 miliar yang ditujukan ke AS," ungkap Ibrahim, Kamis (24/7/2025). .

ADVERTISEMENT

Dua diplomat Eropa mengatakan pada hari Rabu bahwa Uni Eropa dan AS sedang bergerak menuju kesepakatan perdagangan yang dapat mencakup tarif dasar AS sebesar 15% untuk barang-barang Uni Eropa dan kemungkinan pengecualian, yang berpotensi membuka jalan bagi perjanjian perdagangan besar lainnya.

Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa Washington dan Tokyo telah mencapai kesepakatan perdagangan yang luas yang mencakup tarif 15% untuk semua barang impor Jepang, turun dari usulan sebelumnya sebesar 25%.

Sebagai imbalannya, AS mendapatkan investasi besar-besaran dari Jepang senilai $550 miliar dalam perekonomian AS. Sehari sebelumnya, laporan media lokal menyatakan bahwa Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berencana untuk segera mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi.

Menurut Ibrahim, fokus pasar hari ini adalah data Klaim Pengangguran Awal mingguan dan rilis Indeks Manajer Pembelian (PMI) dari AS, Zona Euro, dan Inggris, dengan investor mencermati tanda-tanda ketahanan atau pelemahan ekonomi global. "Data ini akan memberikan wawasan baru tentang aktivitas manufaktur dan jasa untuk bulan Juli, dan dapat memengaruhi tentang ekspektasi kebijakan suku bunga," papar Ibrahim.

Sentimen Internal

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 45 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 49 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia