Tiga Saham Unggulan Sektor SDA
JAKARTA, investor.id – Fokus investor diproyeksikan bakal tetap tertuju pada saham-saham di sektor sumber daya alam (SDA) yang sedang bertransformasi bisnis menuju energi dan mineral kritis. Alasannya, saham di sektor tersebut akan menjadi penopang pertumbuhan jangka panjang pasar modal Indonesia.
Pendiri Stocknow Hendra Wardana menyebut tiga saham unggulan sektor SDA yang bisa menjadi pilihan para pelaku pasar. Ketiganya adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Baca Juga:
BRMS Berayun, Muncul RamalanHendra memfavoritkan BRMS karena anak usaha Grup Bakrie ini mulai serius menggarap potensi tambang tembaga melalui anak usahanya, PT Gorontalo Minerals. Meski, pendapatan BRMS saat ini masih didominasi produksi emas dari proyek Citra Palu Minerals dengan laba bersih melesat lebih dari 300% yoy ke US$14 juta pada kuartal I 2025, namun manajemen BRMS secara eksplisit telah menegaskan mereka fokus mempercepat eksplorasi dan pengembangan tembaga di Gorontalo.
Potensi sumber daya proyek Gorontalo ini besar dengan estimasi cadangan probable mencapai 105 juta ton dan kadar tembaga hingga 0,7%. Menurut Hendra, jika terealisasi sesuai target, BRMS tidak hanya menjadi diversifikasi strategis bagi Grup Bakrie, tetapi juga bisa menjelma sebagai salah satu produsen tembaga nasional yang signifikan, mendukung kebutuhan logam dasar untuk kendaraan listrik dan infrastruktur hijau di masa depan.
“Saham BRMS kami rekomendasikan buy dengan target harga Rp 480,” tulis Hendra dalam keterangan tertulisnya kepada Investor Daily, Minggu (27/7/2025).
Baca Juga:
FCA Batu Sandungan IHSGSelain BRMS, ada juga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO). Emiten Boy Thohir yang sebelumnya fokus pada batu bara termal ini sekarang menjadi entitas energi terintegrasi yang lebih berkelanjutan. Kata Hendra, ADRO saat ini hanya mempertahankan bisnis batu bara kokas yang lebih ramah lingkungan dan digunakan dalam industri baja.
Sebaliknya, ADRO agresif mengembangkan bisnis energi hijau melalui Adaro Green dan Adaro Minerals. Investasi besar mereka diarahkan ke proyek-proyek PLTS, PLTA, dan hidrogen, serta pembangunan rantai pasok baterai kendaraan listrik dengan cadangan nikel dan bauksit sebagai tulang punggungnya.
Visi Adaro Energy 4.0 yang menggabungkan energi bersih, mineral masa depan, dan ekosistem EV supply chain, menurut Hendra, menunjukkan keseriusan perseroan dalam menghadapi era dekarbonisasi. “Dengan strategi tersebut, saham ADRO direkomendasikan buy dengan target harga Rp 2.100,” ungkap Hendra.
Saham sektor SDA terakhir yang diunggulkan adalah TOBA. Saat ini, Hendra memaparkan, TOBA fokus mengonsolidasikan lini usahanya ke dalam satu ekosistem energi hijau, mencakup pembangkit terbarukan, pertambangan, hingga kendaraan listrik.
Baca Juga:
ADRO Mengarah ke Titik IniEmiten ini menjadi contoh nyata dari perusahaan energi tradisional yang bertransformasi secara proaktif menyambut era energi bersih. Bahkan, TOBA kini makin menonjol sebagai salah satu pemain penting dalam pembangunan infrastruktur energi hijau nasional.
“Dengan strategi jangka panjang yang jelas dan portofolio bisnis yang terdiversifikasi, saham TOBA menarik untuk dikoleksi dengan target harga Rp 1.200,” tutur Hendra.
Proyeksi IHSG
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






