Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Bangkit Saat Negosiasi AS-China Mandek

Penulis : Indah Handayani
30 Jul 2025 | 04:46 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber: freepik
ilustrasi harga emas Sumber: freepik

NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia bangkit pada perdagangan Selasa (29/7/2025), setelah melemah dalam empat hari sebelumnya. Kenaikkan itu terjadi di saat pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mandek.

Dikutip dari CNBC internasional, kenaikan harga emas juga terjadi menjelang pengumuman hasil keputusan suku bunga The Fed pada Rabu (30/7/2025).

Harga emas menguat 0,36% ke level US$ 3.326,52 per troi ons. Sehari sebelumnya, harga sempat menyentuh level terendah sejak 9 Juli, setelah kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa meredakan permintaan aset safe haven.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,4% ke level US$ 3.324.

Kedua negara ekonomi terbesar dunia, AS dan China, sepakat mendorong kelanjutan penghentian sementara tarif timbal balik. Hal ini disampaikan oleh Li Chenggang, negosiator utama China, setelah perundingan bilateral di Stockholm.

Meski kesepakatan AS dengan Uni Eropa dan Jepang memberikan sedikit ketenangan pasar, analis menilai negosiasi dengan China jauh lebih kompleks dan berlarut.

“Risiko gagalnya pembicaraan tetap ada, sehingga sebagian investor memilih tetap memiliki eksposur pada aset safe haven seperti emas,” ujar analis pasar di City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada.

Pertemuan The Fed

Dari sisi kebijakan moneter, pasar menantikan hasil pertemuan The Fed yang akan berakhir Rabu ini. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan suku bunga acuan tidak akan berubah, namun fokus utama ada pada pernyataan The Fed terkait prospek penurunan suku bunga di masa depan.

Wakil Presiden dan Kepala Strategi Logam di Zaner Metals Peter Grant mengatakan, pasar saat ini memproyeksikan penurunan suku bunga sekitar 50 basis poin hingga akhir tahun, dengan Oktober sebagai waktu paling potensial.

Namun, jika ada perbedaan pandangan dari dua anggota The Fed, pasar bisa mulai mengantisipasi pemangkasan lebih awal, yakni pada September. Hal ini bisa menjadi katalis positif bagi harga emas.

Sebagai catatan, emas cenderung menguat dalam kondisi suku bunga rendah karena imbal hasil aset pesaing yang menurun, sehingga logam mulia tanpa imbal hasil ini menjadi lebih menarik.

Logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan. Harga perak naik 0,1% ke level US$ 38,19 per ons, paladium menguat 0,9% menjadi US$ 1.257,41, dan platinum naik 0,7% ke posisi US$ 1.399,7

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia