Pasar Properti Bergairah, LPKR Bidik Pertumbuhan dari Serpong hingga Makassar
JAKARTA, investor.id – Geliat pasar properti residensial di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang paruh pertama 2025. Momentum ini langsung ditangkap oleh PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dengan memperkuat ekspansi di berbagai wilayah potensial, mulai dari Serpong, Cikarang hingga Makassar.
CEO Grup Lippo Indonesia John Riady mengatakan, LPKR sebagai salah satu pengembang terkemuka di Indonesia, terus memperluas portofolio hunian di area strategis. Salah satu proyek unggulan adalah Park Serpong di Tangerang, yang menawarkan beragam tipe hunian bagi keluarga muda hingga segmen premium.
“Ekspansi juga kami lakukan ke Lippo Cikarang Cosmopolis dan Tanjung Bunga Makassar. Ini bagian dari komitmen kami untuk hadir di wilayah dengan pertumbuhan tinggi,” ujar John dalam keterangan pers, Selasa (5/8/2025).
Menurut John, langkah ekspansi tersebut berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan LPKR. Pada kuartal I-2025, pendapatan sektor real estat LPKR melonjak 39% menjadi Rp1,74 triliun. Laba kotor tercatat Rp577 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp321 miliar dengan margin 18%.
Selama periode Januari–Maret 2025, LPKR mencatatkan penjualan dari berbagai proyek, termasuk 18 proyek hunian tapak, 1 hunian low-rise, 1 mid-rise, 4 high-rise, serta 8 proyek ruko. Beberapa proyek utama yang diluncurkan antara lain Park Serpong Tahap 4 dan Blackslate Series di kawasan Tanjung Bunga.
Pra penjualan atau marketing sales LPKR kuartal I-2025 mencapai Rp1,26 triliun atau 20% dari target tahunan. Hunian tapak menyumbang porsi terbesar, yakni 80% dari total pra penjualan. Dengan kombinasi strategi lokasi, pengembangan terarah, dan momentum pasar yang positif, LPKR optimistis mencetak pertumbuhan berkelanjutan di sektor properti nasional tahun ini.
Penyerapan Pasar Properti
Berdasarkan estimasi awal Cushman & Wakefield Indonesia, penyerapan pasar properti nasional mencapai sekitar 4.000 unit rumah pada periode Januari–Juni 2025. Permintaan terbesar berasal dari segmen menengah, yang disebut tetap menjadi tulang punggung industri properti berkat daya beli konsumen yang terus tumbuh.
“Segmen menengah masih menjadi motor utama pasar karena menyasar kelompok pembeli aktif dengan daya beli stabil,” ujar Director and Head of Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia Arief N Rahardjo.
Secara geografis, Arief menambahkan, wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan masih mendominasi penjualan. Peningkatan infrastruktur, seperti perluasan jaringan jalan tol dan rencana perpanjangan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) ke Tangerang, menjadi pendorong utama. Kehadiran fasilitas penunjang, seperti pusat perbelanjaan, layanan pendidikan, dan fasilitas kesehatan, turut memperkuat daya tarik kawasan ini.
[embed type=stock]LPKR[/embed
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




