Asing Jor-joran, Saham Gocapan Diramal Begini
JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) lompat 3,17% ke Rp 65 pada perdagangan Selasa (5/8/2025). Meski demikian volumenya lebih tipis dibandingkan biasanya, yakni 1,33 saham yang diperdagangkan, frekuensi 9.286 kali, dan nilai transaksi Rp 85,7 miliar.
Saham emiten teknologi ini diakumulasi. Broker CGS International Sekuritas mencatatkan net buy saham GOTO Rp 29,5 miliar. Adapun asing membukukan net buy sejumlah Rp 35,7 miliar.
Dalam sebulan terakhir, saham GOTO menguat 10,17% dari posisi Rp 59 atau dari area gocapan. Yang mana asing sedang asyik memborong saham ini dengan net buy sejumlah Rp 683 miliar untuk sebulan ke belakang. Dan nilainya mencapai Rp 1,32 triliun untuk periode tiga bulan terakhir.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa pergerakan saham GOTO baru saja breakout dari fase konsolidasinya dan saat ini berpeluang untuk pullback. Sebagaimana diungkap dalam Sapa Mentari, Rabu (6/8/2025).
Didorong oleh akumulasi investor asing yang masif, menurut BRI Danareksa Sekuritas, GOTO memiliki potensi untuk lanjut menguat hingga resistance selanjutnya pada Rp 68-72.
Sementara itu, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) berencana mengumumkan kinerja untuk kuartal kedua tahun 2025 pada tanggal 13 Agustus 2025, setelah publikasi dari laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025 yang telah direviu, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Hal itu sebagaimana keterangan resmi perseroan.
Manajemen GOTO akan menyelenggarakan conference call untuk membahas kinerja kuartal kedua tahun 2025 pada tanggal 13 Agustus 2025 pukul 19:00 Waktu Indonesia Barat (atau 13 Agustus 2025 pukul 08:00 Waktu Amerika Serikat bagian Timur). Paparan ini akan sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Inggris.
Sebelumnya diberitakan, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Jumat (11/7/2025), analis dari JPMorgan Chase dan Aletheia Capital menyebut perbaikan kinerja keuangan GOTO belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.
Selain itu, SGMC Capital menilai disiplin finansial serta program pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan GOTO menjadi pemicu potensi revaluasi positif di masa mendatang.
Sejak debut di Bursa Efek Indonesia pada 2022, saham GOTO sempat melonjak namun kemudian anjlok hampir 90% hingga ke level terendahnya tahun lalu. Sebagai informasi, GOTO sempat menyentuh level tertingginya Rp 442 pada 12 April 2022, dan mentok level terendahnya Rp 50 alias gocap pada 30 Agustus 2024.
“Secara operasional, perusahaan berada di posisi yang solid. GOTO telah mengambil langkah-langkah strategis yang tepat, tetapi pasar tampaknya masih memberikan tekanan terhadap sahamnya,” ujar Nirgunan Tiruchelvam, Head of Consumer and Internet Research Aletheia Capital Singapura, Jumat (11/7/2025).
GoTo merupakan hasil merger antara platform transportasi dan pengantaran makanan Gojek dengan perusahaan e-commerce Tokopedia pada 2021.
Sejak saat itu, perusahaan fokus memperkuat fundamental keuangan, salah satunya dengan meraih tiga kuartal berturut-turut laba EBITDA disesuaikan. Pada kuartal terakhir, EBITDA yang disesuaikan tercatat sebesar Rp 393 miliar, membalikkan posisi rugi Rp 101 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih juga naik signifikan sebesar 37% secara tahunan.
Unit fintech menjadi motor utama pertumbuhan, dengan dompet digital dan layanan pinjaman mencatatkan lonjakan pendapatan 90% secara tahunan dan jumlah pengguna aktif bulanan melampaui 20 juta.
Kuda Hitam
Menurut Mohit Mirpuri, Partner Senior di SGMC Capital, GOTO mulai menunjukkan skala dan momentum yang dapat menyaingi pemain regional seperti Grab Holdings dan SEA Ltd. “GOTO bisa menjadi kuda hitam dalam persaingan fintech Asia Tenggara,” ujarnya.
Sentimen merger dengan Grab kembali mencuat sebagai potensi katalis positif. Grab dikabarkan tengah mempertimbangkan akuisisi GOTO dengan valuasi lebih dari US$ 7 miliar, meskipun sejumlah hambatan regulasi masih membayangi. Kabar tersebut kembali hangat setelah Grab diketahui menjual obligasi konversi yang memicu spekulasi tengah menghimpun dana untuk aksi korporasi.
Baca Juga:
CDIA Bakal Tembus Segini?Namun, analis JPMorgan Henry Wibowo menilai harga saham GOTO saat ini belum mencerminkan perbaikan fundamental yang sedang berlangsung. “Harga saat ini menarik dan koreksi belakangan ini menjadi peluang beli yang menarik,” tulisnya dalam riset bulan lalu.
Meski demikian, sebagian analis masih bersikap hati-hati. Kai Wang, analis strategi Morningstar di Hong Kong, menilai potensi pertumbuhan GOTO kini terbatas setelah melepas unit e-commerce Tokopedia ke ByteDance pada 2023. “Tanpa lini e-commerce, GOTO tertinggal dari Grab dalam hal pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Laporan keuangan kuartal II akan menjadi penentu arah selanjutnya. Investor akan mencermati efisiensi dari migrasi layanan cloud ke Alibaba, perkembangan unit fintech, serta kabar terbaru mengenai potensi merger.
Mirpuri menegaskan, peluang rebound tetap terbuka. “Saya percaya masih ada ruang untuk pemulihan, bahkan tanpa merger, selama perusahaan terus menunjukkan profitabilitas dan disiplin eksekusi,” tutupnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






