Jumat, 15 Mei 2026

Asing Jor-joran, Saham Gocapan Diramal Begini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Aug 2025 | 08:15 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi. Annual Report GOTO 2024
Ilustrasi. Annual Report GOTO 2024

JAKARTA, investor.id - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) lompat 3,17% ke Rp 65 pada perdagangan Selasa (5/8/2025). Meski demikian volumenya lebih tipis dibandingkan biasanya, yakni 1,33 saham yang diperdagangkan, frekuensi 9.286 kali, dan nilai transaksi Rp 85,7 miliar.

Saham emiten teknologi ini diakumulasi. Broker CGS International Sekuritas mencatatkan net buy saham GOTO Rp 29,5 miliar. Adapun asing membukukan net buy sejumlah Rp 35,7 miliar.

Dalam sebulan terakhir, saham GOTO menguat 10,17% dari posisi Rp 59 atau dari area gocapan. Yang mana asing sedang asyik memborong saham ini dengan net buy sejumlah Rp 683 miliar untuk sebulan ke belakang. Dan nilainya mencapai Rp 1,32 triliun untuk periode tiga bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa pergerakan saham GOTO baru saja breakout dari fase konsolidasinya dan saat ini berpeluang untuk pullback. Sebagaimana diungkap dalam Sapa Mentari, Rabu (6/8/2025).

Didorong oleh akumulasi investor asing yang masif, menurut BRI Danareksa Sekuritas, GOTO memiliki potensi untuk lanjut menguat hingga resistance selanjutnya pada Rp 68-72.

Sementara itu, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) berencana mengumumkan kinerja untuk kuartal kedua tahun 2025 pada tanggal 13 Agustus 2025, setelah publikasi dari laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2025 yang telah direviu, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Hal itu sebagaimana keterangan resmi perseroan.

Manajemen GOTO akan menyelenggarakan conference call untuk membahas kinerja kuartal kedua tahun 2025 pada tanggal 13 Agustus 2025 pukul 19:00 Waktu Indonesia Barat (atau 13 Agustus 2025 pukul 08:00 Waktu Amerika Serikat bagian Timur). Paparan ini akan sepenuhnya dilakukan dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya diberitakan, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Jumat (11/7/2025), analis dari JPMorgan Chase dan Aletheia Capital menyebut perbaikan kinerja keuangan GOTO belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.

Selain itu, SGMC Capital menilai disiplin finansial serta program pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan GOTO menjadi pemicu potensi revaluasi positif di masa mendatang.

Sejak debut di Bursa Efek Indonesia pada 2022, saham GOTO sempat melonjak namun kemudian anjlok hampir 90% hingga ke level terendahnya tahun lalu. Sebagai informasi, GOTO sempat menyentuh level tertingginya Rp 442 pada 12 April 2022, dan mentok level terendahnya Rp 50 alias gocap pada 30 Agustus 2024.

“Secara operasional, perusahaan berada di posisi yang solid. GOTO telah mengambil langkah-langkah strategis yang tepat, tetapi pasar tampaknya masih memberikan tekanan terhadap sahamnya,” ujar Nirgunan Tiruchelvam, Head of Consumer and Internet Research Aletheia Capital Singapura, Jumat (11/7/2025).

GoTo merupakan hasil merger antara platform transportasi dan pengantaran makanan Gojek dengan perusahaan e-commerce Tokopedia pada 2021.

Sejak saat itu, perusahaan fokus memperkuat fundamental keuangan, salah satunya dengan meraih tiga kuartal berturut-turut laba EBITDA disesuaikan. Pada kuartal terakhir, EBITDA yang disesuaikan tercatat sebesar Rp 393 miliar, membalikkan posisi rugi Rp 101 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bersih juga naik signifikan sebesar 37% secara tahunan.

Unit fintech menjadi motor utama pertumbuhan, dengan dompet digital dan layanan pinjaman mencatatkan lonjakan pendapatan 90% secara tahunan dan jumlah pengguna aktif bulanan melampaui 20 juta.

Kuda Hitam

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia