Saham ADRO Diserok Terus
JAKARTA, investor.id - Emiten Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kembali melancarkan aksi buyback saham perseroan. Kepemilikan Alamtri atas sahamnya sendiri (saham treasuri) meningkat menjadi 1.759.921.700 (5,72%) saham per 4 Agustus 2025.
Berdasatkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, jumlah tersebut bertambah 12.418.200 saham dibandingkan data per 1 Agustus 2025 yang sebanyak 1.747.503.500 (5,68%) saham. Data 1 Agustus itu pun sudah meningkat 4,5 juta saham dibandingkan sebelumnya yang hanya 1.743.003.500 (5,67%) saham.
Sebagaimana diketahui, dalam RUPS 2 Juni 2025, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) memperoleh persetujuan melakukan aksi buyback dengan dana sampai dengan Rp 4 triliun.
Saat berita ini ditulis, Rabu (6/8/2025) sekitar pukul 09.57 WIB, saham ADRO ada di Rp 1.875 atau menguat tipis 0,27%. Dalam periode sepekan terakhir, saham emiten Boy Thohir ini melemah 1,32%.
Sementara itu, Alamtri Resources Indonesia (ADRO) diproyeksikan mencetak pendapatan sebesar US$ 1,73 miliar dan laba bersih US$ 344 juta pada 2025. Muncul perkiraan dividen dan target harga baru saham ADRO.
Baca Juga:
Muncul Bisikan soal Saham BRENProyeksi pendapatan dan laba bersih Alamtri (ADRO) tersebut seiring penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price/ASP) menjadi US$ 160/ton.
“Meski top line menurun, arus kas bebas tetap kuat sebesar US$ 887 juta, yang menopang belanja modal dan potensi dividen,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan dalam risetnya.
Menurut dia, unit jasa tambang ADRO, yaitu PT Saptaindra Sejati (SIS), tetap solid dengan kontribusi pendapatan sebesar US$ 815 juta. Selain itu, anak usaha ADRO, yakni PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menargetkan produksi batu bara metalurgi sebesar 6,6 juta ton.
“Kualitas laba dijaga oleh stabilitas margin dan pergeseran menuju pendapatan industri yang berulang,” sebut Farras.
ADRO telah keluar dari bisnis batu bara termal setelah mendivestasi 99,99% saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada Desember 2024. Divestasi itu menghasilkan dana sebesar US$ 270 juta dan masih mempertahankan kepemilikan 15,3% saham.
Baca Juga:
Pandangan soal BBRI TerbelahFokusnya kini beralih ke ADMR yang memiliki cadangan sebesar 292 juta ton dan sumber daya 980 juta ton. Hal itu ditopang oleh proyek smelter aluminium berbasis hidro berkapasitas 500 ribu ton dan pipeline energi terbarukan sebesar 1,3 GW.
“Transformasi ini menjadi fondasi evolusi ADRO menuju platform industri rendah emisi yang terintegrasi secara vertikal untuk pertumbuhan jangka panjang,” jelas dia.
Dividen dan Target Harga Baru ADRO
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





