Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Anjlok ke Titik Terendah 8 Pekan

Penulis : Indah Handayani
7 Aug 2025 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Foto yang diambil pada 21 April 2020 ini menunjukkan pompa-pompa minyak beroperasi di Willow Springs Park di Long Beach, California, AS. Harga minyak dunia pada awal perdagangan Kamis, 23 April 2020 di Asia terus menunjukkan penguatan. (Foto: Apu GOMES / AFP)
Foto yang diambil pada 21 April 2020 ini menunjukkan pompa-pompa minyak beroperasi di Willow Springs Park di Long Beach, California, AS. Harga minyak dunia pada awal perdagangan Kamis, 23 April 2020 di Asia terus menunjukkan penguatan. (Foto: Apu GOMES / AFP)

NEW YORK, investor.id – Harga minyak dunia anjlok sekitar 1% ke level terendah dalam delapan pekan pada perdagangan Rabu (6/8/2025). Setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal kemajuan diplomatik dengan Rusia memicu ketidakpastian terkait sanksi baru terhadap Moskow.

Harga minyak Brent turun 75 sen (1,1%) ke US$ 66,89 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS turun 81 sen (1,2%) ke US$ 64,35 per barel. Kedua acuan tersebut mencatat penurunan lima hari berturut-turut, dengan Brent ditutup pada level terendah sejak 10 Juni dan WTI pada titik terendah sejak 5 Juni 2025.

Trump mengatakan, utusan khusus AS Steve Witkoff telah membuat ‘kemajuan besar’ dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, di tengah persiapan Washington untuk memberlakukan sanksi sekunder tambahan pada Jumat mendatang.

ADVERTISEMENT

"Semua pihak sepakat perang ini harus segera diakhiri, dan kami akan bekerja ke arah itu dalam beberapa hari dan minggu ke depan," ujar Trump, tanpa merinci lebih lanjut.

Sebagai produsen minyak terbesar kedua di dunia setelah AS, setiap peluang kesepakatan yang dapat meringankan sanksi terhadap Rusia berpotensi membuka kembali keran ekspor minyak Moskow ke pasar global, sehingga membebani harga.

Sebelumnya pada hari yang sama, harga minyak sempat menguat tipis setelah Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengenakan tarif tambahan 25% terhadap barang-barang dari India, dengan alasan negara tersebut secara langsung maupun tidak langsung mengimpor minyak Rusia. Tarif ini akan mulai berlaku 21 hari setelah 7 Agustus.

India, bersama China, merupakan salah satu pembeli terbesar minyak Rusia. Namun, menurut Bob Yawger, Direktur Energi Futures di Mizuho, ketidakpastian terkait sanksi dan tenggat waktu Trump pada 8 Agustus masih membayangi pasar.

"Tarif yang diberlakukan 21 hari lagi, sembari Rusia mencoba merumuskan kesepakatan gencatan senjata menjelang deadline Presiden Trump, masih menyisakan banyak ketidakpastian," ujarnya dalam catatan riset.

Peningkatan Pasokan OPEC+

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 45 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia