3 Poin Penting soal GOTO
JAKARTA, investor.id – Ada 3 poin penting dari hasil kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada semester I-2025. Simak juga target harga saham GOTO.
Kiwoom Sekuritas mengungkapkan bahwa poin pertama adalah kinerja keuangan GOTO yang lebih kuat. Pada semester I-2025, big tech tersebut mencatat pendapatan bersih Rp 8,5 triliun atau meningkat 30% yoy.
GOTO juga memangkas rugi bersih menjadi Rp 580 miliar pada semester I-2025 dibandingkan rugi pada semester I-2024 yang mencapai Rp 2,7 triliun.
“EBITDA yang disesuaikan melonjak menjadi Rp 820 miliar, setara dengan 51-59% dari target manajemen sepanjang tahun ini yang sebesar Rp 1,4-1,6 triliun,” tulis Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo W dalam risetnya, yang dikutip pada Minggu (17/8/2025).
Baca Juga:
Lapkeu GOTO Muncul, Cetak Rekor BaruPoin kedua adalah pertumbuhan GTV (gross transaction value) GOTO yang konsisten kuat. GTV grup pada semester I-2025 mencapai Rp 297,4 triliun, tumbuh 25% yoy. Adapun pencapaian pada kuartal II-2025 sebesar Rp 152,8 triliun, melonjak 26% yoy atau naik 6% qoq.
“Itu mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi di seluruh segmen,” sebut Azis.
Baca Juga:
3 Saham Kesukaan AsingLalu, poin ketiga adalah segmen fintech memimpin pertumbuhan. Pada semester I-2025, segmen fintech GOTO mencatat GTV sebesar Rp 284 triliun atau meningkat 26% yoy dan pendapatan bersih Rp 2,56 triliun atau melejit 82% yoy.
Selain itu, tingkat take rate stabil sebesar 1%, disertai dengan perbaikan signifikan pada EBITDA yang disesuaikan dari rugi Rp 416 miliar menjadi laba Rp 135 miliar.
Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






