PACK Bikin Investor Panik
JAKARTA, investor.id - Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) anjlok lagi 9,89% mentok auto reject bawah (ARB) ke Rp 3.280 pada sesi I perdagangan Kamis (21/8/2025).
Saham PACK bikin investornya panik. Ini terlihat dari antrean jual di harga bawah Rp 3.280 yang membeludak, mencapai 193.572 lot saham per pukul 10.03 WIB. Saham PACK juga ambles 9,90% mentok ARB pada perdagangan Rabu (20/8/2025) kemarin.
Itu tentu tak sesuai perkiraan banyak pelaku pasar modal. Karena PACK berencana melakukan obligasi wajib konversi (OWK) dengan skema rights issue.
Baca Juga:
Suku Bunga Turun, Fokus pada 6 SahamManajemen PACK menjelaskan bahwa perseroan berencana untuk menerbitkan surat utang wajib konversi berupa obligasi wajib konversi (OWK), yang akan ditawarkan kepada para pemegang saham perseroan melalui mekanisme penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi tersebut akan dimintai restunya dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025.
OWK tersebut selanjutnya dapat dikonversi menjadi sebanyak-banyaknya 35 miliar saham baru perseroan. Saham baru hasil konversi OWK akan dikeluarkan dari portepel perseroan dan dicatatkan di BEI sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham perseroan lainnya yang telah dikeluarkan oleh perseroan sebelum PMHMETD, termasuk hak untuk memberikan suara dalam rapat umum pemegang saham dan hak atas dividen.
PT Eco Energi Perkasa akan menjadi pembeli siaga untuk menjamin pembelian sisa saham dan/atau efek bersifat ekuitas lainnya yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham perseroan dalam rangka PMHMETD sesuai dengan ketentuan POJK No. 32/2015.
PACK berencana untuk menggunakan dana hasil pelaksanaan PMHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk pelunasan pembayaran atas transaksi pembelian saham yang akan dilakukan oleh entitas anak perseroan.
Rencana Transaksi
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






