Jumat, 15 Mei 2026

Prospek Cerah, RI Diramal Kebanjiran Modal Asing

Penulis : Prisma Ardianto
21 Aug 2025 | 23:14 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di galeri BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – DBS Group Research memperkirakan aliran modal asing akan kembali mengalir deras ke Indonesia pada paruh kedua tahun 2025, setelah sempat tersumbat dalam setahun belakangan. Optimisme ini didukung oleh pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Indonesia (BI), stabilnya nilai tukar rupiah, dan valuasi pasar yang murah.

“Aliran modal asing (FDI) yang sempat mereda diperkirakan akan kembali mengalir ke pasar domestik pada paruh kedua tahun ini,” ungkap Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif dalam keterangannya, pada Kamis (21/8/2025).

Meski begitu, dia mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek. Risiko ini mungkin muncul akibat dinamika kebijakan moneter global dan risiko geopolitik.

Ia juga memberi pandangan terkait pasar saham Indonesia. Menurut dia, terdapat rotasi menarik ke saham-saham big caps berkualitas yang lebih tahan terhadap volatilitas global.

ADVERTISEMENT

“Meskipun indeks LQ45 dan IDX30 mengalami kinerja di bawah rata-rata hingga Juli 2025, valuasi pasar saat ini masih relatif menarik dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, sehingga membuka peluang bagi investor yang mencari stabilitas sekaligus potensi pertumbuhan,” ujar Maynard.

Prospek Cerah, RI Diramal Kebanjiran Modal Asing
Specialist DBS Group Research, Maynard Arif. (Foto: DBS)

Di sisi lain, DBS memproyeksikan inflasi di Indonesia tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia sepanjang tahun 2025 dan 2026. Bank Indonesia diperkirakan akan menyesuaikan kebijakan moneternya secara bertahap dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah, arah suku bunga The Fed, serta target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%.

Kendati defisit fiskal masih relatif tinggi, DBS Group Research optimis defisit tersebut akan tetap di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara untuk tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat hingga 5,4% yoy, tertinggi sejak tahun 2018, didukung oleh perbaikan penerimaan negara.

Sementara Bank Indonesia kemungkinan akan mempertahankan sikap dovish selama kuartal IV 2025, sejalan The Fed AS yang juga diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter pada bulan depan.

DBS memperkirakan para pembuat kebijakan akan terus mendorong agar transmisi dari pemangkasan suku bunga (BI Rate) sebesar 100 bps yang telah dilakukan sepanjang tahun ini dapat tersalurkan secara penuh ke dalam perekonomian.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 22 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 26 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia