Prospek Cerah, RI Diramal Kebanjiran Modal Asing
JAKARTA, investor.id – DBS Group Research memperkirakan aliran modal asing akan kembali mengalir deras ke Indonesia pada paruh kedua tahun 2025, setelah sempat tersumbat dalam setahun belakangan. Optimisme ini didukung oleh pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Indonesia (BI), stabilnya nilai tukar rupiah, dan valuasi pasar yang murah.
“Aliran modal asing (FDI) yang sempat mereda diperkirakan akan kembali mengalir ke pasar domestik pada paruh kedua tahun ini,” ungkap Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif dalam keterangannya, pada Kamis (21/8/2025).
Meski begitu, dia mengingatkan agar investor tetap waspada terhadap potensi volatilitas jangka pendek. Risiko ini mungkin muncul akibat dinamika kebijakan moneter global dan risiko geopolitik.
Ia juga memberi pandangan terkait pasar saham Indonesia. Menurut dia, terdapat rotasi menarik ke saham-saham big caps berkualitas yang lebih tahan terhadap volatilitas global.
“Meskipun indeks LQ45 dan IDX30 mengalami kinerja di bawah rata-rata hingga Juli 2025, valuasi pasar saat ini masih relatif menarik dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, sehingga membuka peluang bagi investor yang mencari stabilitas sekaligus potensi pertumbuhan,” ujar Maynard.
Di sisi lain, DBS memproyeksikan inflasi di Indonesia tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia sepanjang tahun 2025 dan 2026. Bank Indonesia diperkirakan akan menyesuaikan kebijakan moneternya secara bertahap dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah, arah suku bunga The Fed, serta target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%.
Kendati defisit fiskal masih relatif tinggi, DBS Group Research optimis defisit tersebut akan tetap di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara untuk tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat hingga 5,4% yoy, tertinggi sejak tahun 2018, didukung oleh perbaikan penerimaan negara.
Baca Juga:
Net Buy Reli, Asing Kejar Saham IniSementara Bank Indonesia kemungkinan akan mempertahankan sikap dovish selama kuartal IV 2025, sejalan The Fed AS yang juga diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneter pada bulan depan.
DBS memperkirakan para pembuat kebijakan akan terus mendorong agar transmisi dari pemangkasan suku bunga (BI Rate) sebesar 100 bps yang telah dilakukan sepanjang tahun ini dapat tersalurkan secara penuh ke dalam perekonomian.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






