Minggu, 21 Juni 2026

GOTO Punya Target Harga Baru, tapi Dipangkas

Penulis : Jauhari Mahardhika
26 Aug 2025 | 14:18 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan perlambatan pertumbuhan bisnis on demand service (ODS), namun momentum bisnis GoTo Financial (GTF) tetap kuat. Muncul target harga baru saham GOTO.

GOTO mencetak pertumbuhan gross transaction value (GTV) ODS sebesar 8,8% yoy pada kuartal II-2025, melambat dari rata-rata pertumbuhan tahunan selama empat kuartal terakhir yang sekitar 17%. Hal itu seiring ketatnya persaingan, khususnya di segmen mobilitas.

“Kami memperkirakan tekanan tersebut masih berlanjut dalam jangka pendek, mengingat kompetitor masih melangsungkan promosi,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam risetnya, Selasa (26/8/2025).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, GOTO melalui GoTo Financial mempertahankan momentum yang kuat dengan pinjaman outstanding naik 88% yoy menjadi Rp 6,5 triliun. Target manajemen bisa mencapai Rp 8 triliun pada 2025 atau melonjak 55% yoy.

Peningkatan itu didukung oleh penetrasi yang lebih dalam melalui peluncuran ‘GoPay Pinjam’ di TikTok Shop pada kuartal II-2025, yang mengintegrasikan pinjaman tunai langsung ke dalam platform.

Lebih lanjut, Kafi dan Erindra mengungkapkan bahwa GOTO on track untuk mencapai panduan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 1,4-1,6 triliun. Hingga semester I-2025, GOTO membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 820 miliar. Ini menjaga perusahaan tetap berada di jalur untuk memenuhi panduan tahun ini.

Namun, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun proyeksi GTV ODS GOTO untuk tahun 2025-2027 sebesar 4-5,3%. Implikasinya pertumbuhan lebih moderat sebesar 7% yoy, seiring ketatnya persaingan yang terus menekan segmen ini.

Target Harga Baru Saham GOTO 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia