Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 26 Agustus 2025
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Selasa (26/8/2025). Di tengah pasar menanti data inflasi AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed.
Rupiah hari ini ditutup melemah sebesar 39,5 poin (0,24%) ke level Rp 16.298,5. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,03% menjadi 98,4. Nilai tukar rupiah ke dolar AS sempat melonjak 91,5 poin (0,56%) ke level Rp 16.259 pada Senin (25/8/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, Sejumlah analis memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin bulan depan. Powell dalam pidatonya di simposium Jackson Hole pekan lalu menegaskan risiko terhadap pasar tenaga kerja AS semakin tinggi, meski inflasi masih menjadi ancaman.
Kendati demikian, Ibrahim mengatakan, pelaku pasar mulai menyadari bahwa peluang pemangkasan suku bunga belum sepenuhnya pasti. Data ekonomi penting seperti Core PCE pada pekan ini, laporan tenaga kerja (NFP) pekan depan, serta inflasi (CPI) Agustus akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed.
“Situasi ini mendorong aksi lindung nilai atau hedging dan membuat dolar kembali menguat secara luas,” tulis Ibrahim, Selasa (26/8/2025).
Selain arah kebijakan moneter, Ibrahim menyebut, pelaku pasar juga mencermati dinamika politik di AS. Presiden Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Powell dan jajaran The Fed, bahkan dikabarkan mempertimbangkan langkah untuk mengganti Powell.
“Meski demikian, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menyebut proses penggantian membutuhkan waktu berbulan-bulan,” tambah Ibrahim.
Tidak hanya itu, tambah Ibrahim, konflik di Ukraina tetap menjadi pendorong utama sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump telah berusaha memposisikan dirinya sebagai mediator, tetapi pekan lalu memperingatkan bahwa ia akan mengenakan sanksi baru terhadap Moskow jika tidak ada kemajuan yang dicapai menuju kesepakatan damai dalam dua minggu.
Sentimen Internal
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






