Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Fokus Aksi Demo, tapi Ada Peluang Untung dari 4 Saham

Penulis : Indah Handayani
1 Sep 2025 | 05:50 WIB
BAGIKAN
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)

JAKARTA, investor.id - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyebut, pasar tengah fokus pada aksi demo pada pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diprediksi cenderung melemah, tapi ada peluang untung dari empat saham, salah satunya ANTM.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan, pelaku pasar akan fokus pada sentimen kunci yakni aksi protes dan gejolak pasar. Demonstrasi mahasiswa dan pekerja mengenai gaji DPR, dana pendidikan, dan program makan sekolah berujung pada penurunan IHSG lebih dari 2% dan pelemahan Rupiah hampir 1% pada pekan lalu.

“Pasar akan fokus pada dinamika demo dan pernyataan otoritas, termasuk langkah Bank Indonesia dan BEI atau OJK, agar tidak menyebabkan kepanikan di pasar keuangan," ungkap David dalam risetnya, Senin (1/9/2025).

ADVERTISEMENT

David memprediksi, IHSG cenderung melemah dalam sepekan ini. Trader dan investor juga harus mencermati level support penting IHSG pekan ini 7.700-7.800. Meskipun Jumat kemarin masih terlihat aliran dana asing masuk cukup besar di IHSG, tapi tidak menutup kemungkinan mereka balik arah karena efek ketidakpastian politik dalam negeri," tegasnya.

Diketahui, selama sepekan terakhir IHSG ditutup di level 7.830 atau melemah kurang lebih 0,36% dibandingkan pekan sebelumnya. Investor asing melakukan pembelian (inflow) mencapai Rp1,3 triliun di pasar reguler.

Meski demikian, David menyebutkan dari global ada aliran dana global melambat dan investor ternyata berhati-hati terkait independensi The Fed, setelah Presiden Trump berupaya memecat seorang gubernur The Fed. “Alhasil, inflow ke dana ekuitas global menjadi turun,” paparnya.

Selain itu, lanjut David, harga emas spot melonjak hingga sekitar US$ 3.448,5 per troy ons. Ketidakpastian politik, seperti upaya penggantian Gubernur The Fed oleh Trump, mendorong investor mencari perlindungan lewat emas.

Merespons dinamika pasar yang pada saat ini sangat sensitif pada aksi demo, David merekomendasikan ada peluang untung dari empat saham, yaitu:

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia