Jumat, 15 Mei 2026

Ada yang Bakal Kerek Harga Saham ADRO

Penulis : Thresa Sandra Desfika
2 Sep 2025 | 07:28 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi proyek Alamtri Resources Indonesia (ADRO). (Foto: Alamtri)
Ilustrasi proyek Alamtri Resources Indonesia (ADRO). (Foto: Alamtri)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ditutup melemah 1,99% ke Rp 1.720 pada akhir perdagangan Senin (2/9/2025). Di awal sesi perdagangan kemarin saham ADRO sempat anjlok lebih dari 4% tapi tekanan akhirnya bisa mereda.

Sebanyak 94,53 juta saham ADRO diperdagangkan, frekuensi 28.491 kali, dan nilai transaksi Rp 162,07 miliar. Kala saham Alamtri Resources Indonesia melemah diam-diam ada yang serok. Itu terpantau dari adanya broker dengan net buy lumayan atas saham saham ADRO. Seperti Semesta Indovest net buy saham ADRO Rp 16,4 miliar dengan harga rata-rata Rp 1.722 per saham. Selain itu, Stockbit Sekuritas net buy Rp 11,3 miliar dengan harga rata-rata Rp 1.712 per saham.

Dalam sebulan terakhir, saham ADRO anjlok 7,03%. Dan sepanjang periode tiga bulan, saham Alamtri Resources Indonesia dengan kode ADRO merosot hingga 21,82% dari Rp 2.200. Rasio price to book value (PBV) ADRO saat ini 0,69 kali dengan price earning ratio (PER) 8,79 kali (annualized).

ADVERTISEMENT

Adapun usai melepas bisnis batu bara termal, saat ini kinerja ADRO masih tergantung pada Alamtri Mineral Indonesia (ADMR) lewat batu bara metalurgi. Ke depan ADRO bakal jadi salah satu emiten energi terbarukan (EBT) dengan proyek besar. Perusahaan ini bercita-cita menjadi grup pertambangan dan energi terkemuka di Indonesia. 

Indo Premier Sekuritas menilai di antara potensi pemain energi terbarukan, ADRO menjadi yang paling tertinggal harga sahamnya dibandingkan TOBA, PGEO, dan BRPT. Indo Premier menilai proyek panel surya terapung ADRO dengan kapasitas dasar 2 GW akan menambah nilai sekitar Rp 535/saham terhadap harga saham ADRO, menurut estimasi Indo Premier.

Namun, Indo Premier mengungkap pasar belum sepenuhnya menghitung nilai dari proyek panel surya PV ini, yang menurut mereka bisa memberikan potensi peningkatan terhadap harga saham ADRO. “Jika kami menempatkan valuasi proyek solar PV sebesar US$ 1,3 miliar, TP kami dapat dinaikkan ke Rp 2.500/saham (dari awalnya Rp 2.300/saham),” pungkas riset Indo Premier Sekuritas.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia