Jumat, 15 Mei 2026

Katanya Harga Emas Bakal Sampai Segini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Sep 2025 | 20:34 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

JAKARTA, investor.id - Harga emas mencapai rekor tertinggi baru pada hari Jumat (5/9/2025) setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lemah memperkuat harapan penurunan suku bunga Federal Reserve, memicu momentum baru bagi reli emas batangan yang tajam.

Dilansir Reuters, emas spot naik 0,9% menjadi US$ 3.577,33 per ons, pada pukul 12:34 GMT. Harga mencapai rekor tertinggi US$ 3.582,71 dan naik 3,7% sepanjang minggu ini.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,9% menjadi US$ 3.637,00.

Data menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS melemah tajam pada bulan Agustus sementara tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,3%, mengonfirmasi bahwa kondisi pasar tenaga kerja sedang melemah dan memperkuat alasan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve bulan ini.

Sebelumnnya disebutkan bahwa perang Presiden AS Donald Trump melawan Federal Reserve dapat memicu kenaikan harga emas hingga US$ 5.000 per ons dengan menurunkan kepercayaan investor terhadap dolar, menurut Goldman Sachs Group.

Dalam sebuah catatan yang diterbitkan Kamis (4/9/2025), para analis bank tersebut memperingatkan bahwa upaya Trump untuk mengintervensi bank sentral AS dapat semakin mengikis kepercayaan terhadap aset-aset berdenominasi dolar, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Catatan tersebut, yang pertama kali dilihat oleh Financial Times, muncul hanya sehari setelah emas mencapai rekor tertinggi baru di atas US$ 3.560 per ons. Harga emas batangan kini telah naik 35% sepanjang tahun ini, seiring investor dan bank sentral memburu logam mulia tersebut sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian politik dan kekhawatiran utang AS.

Kenaikan terbaru didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa AS akan mulai memangkas suku bunga, sebuah skenario yang menguntungkan aset-aset non-imbal hasil seperti emas. Pelonggaran moneter dapat menjadi lebih agresif jika pemerintahan Trump berhasil mempolitisasi The Fed, yang memicu kekhawatiran di antara beberapa investor. Sebagaimana dikutip dari Mining.com, Jumat (5/9/2025).

"Skenario di mana independensi The Fed terganggu kemungkinan akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi, harga saham dan obligasi jangka panjang yang lebih rendah, serta terkikisnya status mata uang cadangan dolar," tulis Daan Struyven, salah satu kepala riset komoditas global di Goldman Sachs.

"Di sisi lain, emas adalah penyimpan nilai yang tidak bergantung pada kepercayaan institusional", tambah Struyven.

Pergerakan Besar

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 50 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia