Kamis, 14 Mei 2026

IHSG Fluktuatif di Tengah Sentimen Reshuffle Kabinet

Penulis : Rama Sukarta
9 Sep 2025 | 11:15 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. Investor Daily/David Gita Roza
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, Selasa (9/9/2025) setelah ditutup ambruk 1,28% terkena sentimen reshuffle kabinet pada penutupan perdagangan Senin (8/9/2025).

Laju IHSG sempat melemah ke posisi 7.748,51 pada pembukaan perdagangan hari ini, kemudian tidak lama setelah itu IHSG berbalik arah dan melesat ke posisi 7.908. Namun IHSG kembali terjerembab ke zona pelemahan hingga berita ini ditulis, IHSG terkoreksi 1,41% ke posisi 7.656.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso memprediksi posisi IHSG masih dapat berubah seiring kekhawatiran investor yang semakin bekurang. 

ADVERTISEMENT

"Kami melihat memang masih ada sedikit tekanan, tetapi kemudian pasar juga sangat mungkin kembali realistis daripada kepanikan yang sebentar. Kami melihat juga bahwa masih ada faktor-faktor yang cukup baik yang mendukung para investor melihat kondisi Indonesia dari jangka menengah hingga panjang," ucap Aria kepada B Universe secara daring, Selasa (9/9/2025).

Lebih lanjut, Aria menjelaskan bahwa bursa saham Amerika Serikat SP500 dan DOW30, keduanya parkir di zona hijau pada perdagangan kemarin, Senin (8/9/2025). Hal tersebut diikuti oleh bursa Asia seperti Hang Seng dan Nikkei yang juga menghijau.

Menurutnya, sentimen dari luar negeri masih cukup baik dan berpotensi mengangkat IHSG. Hal itu juga membuka kemungkinan masuknya dana asing ke pasar Indonesia.

"Semalam, kami melihat di pasar Amerika, ketika memang ada gap down di MSCI, BTF Indonesia di Amerika, kurva atau grafiknya ketika terjadi penurunan bukan cenderung menurun lebih dalam, tetapi cenderung flat. Kemungkinan tekanan hari ini tidak terlalu besar, temporer atau jangka pendek saja sentimen dari kondisi perubahan ini. Jadi sangat mungkin bahwa asing akan kembali masuk ke emerging market, juga termasuk di Indonesia," tambahnya.

Kemudian, Aria juga membagikan beberapa langkah yang bisa menjadi strategi bagi investor dalam menghadapi volatilitas pasar ke depan. 

"Dalam 3 bulan ke depan lakukan diversifikasi portfolio, kemudian mengidentifikasi sektor yang memang resilient, seperti infrastruktur, komoditas, dan juga di sektor konsumsi domestik seperti consumer goods. Memang tetap harus waspada terhadap risiko global dan sentimen yang ada terjadi di domestik," ujarnya.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 59 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia