Minggu, 21 Juni 2026

Ada Perusahaan Mantap IPO, Begini Perkembangan Terbarunya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
11 Sep 2025 | 08:15 WIB
BAGIKAN
Merdeka Gold Resources (EMAS). Perseroan
Merdeka Gold Resources (EMAS). Perseroan

JAKARTA, investor.id - Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bersiap menggelar IPO dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 1.618.023.300 (10%) saham kepada publik dengan kisaran harga Rp 1.800-3.020 per saham. Sehingga nilai keseluruhan IPO Merdeka Gold maksimal Rp 4,88 triliun.

Perkembangan terbarunya adalah masa penawaran awal EMAS telah berlangsung sejak 8 September 2025 dan berakhir pada 10 September 2025 kemarin. Saat ini tinggal menanti masa penawaran umum dimulai yang diperkirakan pada 17-19 September 2025 pekan depan. Kemudian pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 23 September 2025.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Trimegah Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan Sinarmas Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas menyebutkan EMAS akan melantai di BEI dengan target dana IPO hingga Rp 4,8 triliun di mana mayoritas dana untuk pelunasan utang saat kinerja bottom line masih rugi. “Ini wajar di fase awal karena tambang emas Pani masih tahap konstruksi dan ditargetkan produksi perdana pada 2026,” jelas Kiwoom Sekuritas dalam ulasannya dikutip Kamis (11/9/2025).

Menurut Kiwoom, saat ini valuasi lebih bertumpu pada prospek masa depan Pani yang cadangannya hampir 7 juta oz dan berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik.

Daya tarik IPO bergantung pada profil risiko investor dan sudut pandang terhadap emiten: potensi jangka panjang besar (dengan proyeksi produksi awal yang bisa mencapai 500 ribu oz per tahun), namun risikonya masih tinggi karena belum ada arus kas stabil dan mayoritas dana IPO digunakan untuk bayar utang.

“Langkah ini lebih mencerminkan strategi korporasi MDKA untuk memperkuat struktur modal dan mempercepat proyek strategis, bukan sekadar bailout individu. Walau valuasi harga IPO yang ditawarkan terbilang mahal dibanding peers sejenis yang sudah lebih mature dan bahkan menikmati kenaikan harga tinggi belakangan ini, namun prospek  mungkin tetap menarik untuk horizon investasi jangka panjang,” sebut Kiwoom.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia