Pakar Sebut Harga Emas Bakal Tembus Segini
JAKARTA, investor.id - ANZ Group menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$ 3.800 per ons dan memperkirakan harga akan mencapai puncaknya mendekati US$ 4.000 pada Juni 2026 mendatang, didukung oleh permintaan investasi yang kuat untuk emas batangan.
Harga emas naik ke level tertinggi sepanjang masa di US$ 3.673,95 pada hari Selasa (9/9/2025) dan telah melonjak 38% sepanjang tahun ini, didorong oleh pelemahan dolar, pembelian kuat bank sentral, pengaturan moneter yang dovish, dan meningkatnya ketidakpastian global.
“Prospek kebijakan moneter akomodatif yang berkelanjutan, meningkatnya ketegangan geopolitik, tantangan makroekonomi yang berkelanjutan, dan kekhawatiran atas independensi The Fed diperkirakan akan memperkuat argumen investasi untuk emas," ujar analis ANZ dalam sebuah catatan dikutip dari Reuters, Kamis (11/9/2025).
Pembelian emas bank sentral diperkirakan akan tetap berada di kisaran 900 hingga 950 metrik ton pada tahun 2025, yang menyiratkan pembelian yang diharapkan sebesar 485–500 ton pada paruh kedua tahun ini, ungkap ANZ.
Bank sentral China menambahkan emas ke cadangannya pada bulan Agustus, memperpanjang pembelian emas batangan selama 10 bulan berturut-turut.
"Meningkatnya risiko terhadap pasar tenaga kerja kemungkinan akan mendorong The Fed AS untuk mempertahankan kebijakan pelonggarannya hingga Maret 2026. Hal ini akan menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang biasanya meningkatkan daya tarik emas," kata ANZ.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






