Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia melemah Kamis (11/9/2025), tetap bertahan dekat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Saat ini, pasar menanti rilis data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed.
Dikutip dari Reuters, harga emas hari ini terlihat turun 0,2% ke US$ 3.633,97 per ons saat berita ditulis. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember terkoreksi 0,3% ke US$ 3.671,90. Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor baru di US$ 3.673,95 per ons pada Selasa (9/9/2025).
Head of Global Macro Tastylive Ilya Spivak mengatakan, harga emas saat ini tengah mengkonsolidasikan kenaikan sebelumnya sambil menunggu arah dari data CPI. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, dolar bisa menguat dan emas terkoreksi dalam jangka pendek.
“Namun, potensi penurunan terbatas karena pasar tetap menaruh harapan pada pemangkasan suku bunga The Fed,” ujarnya.
Data sebelumnya menunjukkan harga produsen AS (PPI) turun 0,1% pada Agustus, berbanding terbalik dengan perkiraan kenaikan 0,3%.
Sementara jajak pendapat Reuters memproyeksikan CPI AS akan naik 0,3% secara bulanan pada Agustus, setelah 0,2% pada Juli. Secara tahunan, inflasi diperkirakan 2,9%, naik dari 2,7% bulan sebelumnya.
Suku Bunga The Fed
Pasar kini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Bahkan, terdapat peluang kecil pemangkasan lebih agresif 50 bps, menurut CME FedWatch Tool.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas sebagai aset non-bunga.
Di sisi lain, harga logam mulia lainnya juga bergerak terbatas. Perak turun 0,1% ke US$ 41,10 per ons, platinum melemah 0,2% ke US$ 1.383,50, sementara paladium relatif stabil di US$ 1.173,45.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






