Antam (ANTM) Buka Fakta soal Pasokan Emas
JAKARTA, investor.id - PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menyiapkan strategi efisiensi biaya, penguatan rantai pasok emas domestik, serta percepatan proyek hilirisasi untuk menjaga kinerja profitabilitas pada semester II-2025. Di segmen emas, Antam memperkuat kerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas margin.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arianto Sabtonugroho Rudjito, mengatakan perseroan berkomitmen menjaga margin positif di tengah fluktuasi harga komoditas dan potensi kenaikan biaya operasional.
“Langkah efisiensi yang akan kami lakukan ke depan adalah optimalisasi rantai pasok, renegosiasi kontrak operasional, dan peningkatan utilisasi aset,” ujarnya dalam Public Expose Live, Kamis (11/9/2025).
Arianto menambahkan, efisiensi di segmen nikel ditempuh melalui pengadaan alat berat yang lebih terukur, optimalisasi stripping ratio, efektivitas jam kerja, hingga rekomposisi volume pekerjaan dengan mitra tambang.
Di segmen emas, Antam memperkuat kerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas margin. Selama semester I-2025, penjualan emas perseroan mencapai 29,3 ton dengan kontribusi Rp 49,53 triliun atau 84% dari total penjualan Rp 59,01 triliun.
Sebagai catatan, sekitar 78% pasokan emas Antam saat ini masih berasal dari impor, sementara 22% dipenuhi dari pasokan domestik yang mayoritas berasal dari Freeport. “Ke depan, untuk memperkuat rantai pasok emas, strategi kami adalah memperkuat rantai nilai pasokan dalam negeri khususnya dari Freeport,” jelas Arianto.
Dari sisi kinerja, Antam membukukan laba bersih Rp 4,70 triliun pada semester I-2025, melonjak 202,89% dibandingkan Rp 1,55 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan laba sejalan dengan penjualan yang tumbuh 154,51% yoy.
Selain emas, nikel tetap menjadi kontributor utama. Antam mencatat produksi bijih nikel 9,1 juta WMT dengan penjualan 8,2 juta WMT pada paruh pertama tahun ini, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu.
Perseroan juga mengandalkan proyek hilirisasi strategis di Halmahera Timur bersama konsorsium CBL, yang mencakup pembangunan pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) berkapasitas 88 ribu ton nikel pig iron per tahun dan pabrik High-Pressure Acid Leach (HPAL) berkapasitas 55 ribu ton MHP per tahun.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






