Jumat, 15 Mei 2026

China Longgarkan Kebijakan Ekspor-Impor Emas

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
13 Sep 2025 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pergerakan harga emas.
Ilustrasi pergerakan harga emas.

JAKARTA, investor.id - China berencana melonggarkan aturan perizinan untuk impor dan ekspor emas, karena konsumen logam mulia terbesar di dunia itu terus mendiversifikasi cadangannya dari Dolar AS.

Dikutip dari Mining.com, Sabtu (13/9/2025) rancangan proposal dari People's Bank of China (PBOC) menunjukkan bahwa negara itu berencana memperluas penggunaan izin multiguna, sebuah sistem persetujuan yang lebih cepat, dengan meningkatkan jumlah pelabuhan yang dapat menerima impor emas.

Selain itu, bank sentral China juga berencana memperpanjang masa berlaku izin multiguna tersebut menjadi 9 bulan dan menghapus batasan berapa kali setiap izin dapat digunakan.

ADVERTISEMENT

Perkembangan terbaru ini merupakan kelanjutan dari inisiatif PBOC tahun 2016 untuk menyederhanakan prosedur perdagangan emas lintas batas dengan mengurangi dokumen dan mempercepat impor.

Seperti diketahui, PBOC kembali melakukan aksi beli emasnya untuk bulan ke-10 pada Agustus 2025, ketika China melihat permintaan yang kuat untuk investasi emas batangan dan koin. Harga emas juga telah melonjak hampir 40% tahun ini didorong oleh pembelian bank-bank sentral global, meningkatnya risiko geopolitik, serta prospek penurunan suku bunga The Fed.

"(Langkah pelonggaran aturan perizinan) akan meningkatkan vitalitas dan merespons guncangan eksternal dengan memperbaiki lingkungan bisnis di pelabuhan," demikian keterangan dalam proposal PBOC.

Diwartakan sebelumnya, harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat (12/9) hingga mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH). Penguatan itu seiring meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini pada pekan depan.

Harga emas spot naik 0,26% menjadi US$ 3.643,35 per ons, tidak jauh dari rekor US$ 3.673,95 yang tercapai pada Selasa (9/9/2025). Sepanjang pekan ini, emas sudah menguat 1,7% dan bersiap membukukan kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,3% di level US$ 3.686,40 per ons.

Senior Market Strategist RJO Futures Daniel Pavilonis mengatakan, harga emas terdorong oleh pelemahan pasar tenaga kerja AS yang memperbesar peluang pemangkasan suku bunga.

“Data ketenagakerjaan yang melemah dan inflasi yang tidak merata membuat The Fed harus memangkas suku bunga. Hal ini mendorong logam mulia naik karena ada risiko inflasi jangka panjang,” ujarnya dikutip dari Reuters.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia