Jumat, 15 Mei 2026

Kejadian Penting Bayangi IHSG, Fokus ke ASII hingga BBRI

Penulis : Jauhari Mahardhika
14 Sep 2025 | 18:03 WIB
BAGIKAN
Pekerja berada di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja berada di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 7.980-8.020 dalam sepekan ke depan. Pada perdagangan Senin (15/9/2025), para pemodal bisa fokus pada beberapa saham, mulai dari ASII hingga BBRI.

Adapun level 8.020 menjadi resistance (batas atas) IHSG, sedangkan 7.730 sebagai level support (batas bawah) dan 7.900 menjadi pivot. Pada perdagangan Jumat (12/9/2025), IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 7.854.

“Secara teknikal, indikator stochastic RSI mengindikasikan reversal dan negative slope MACD mulai menyempit. IHSG juga ditutup di atas level MA20, sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 7.980-8.020,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (14/9/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Phintraco Sekuritas, perhatian investor tertuju pada peristiwa penting, yaitu pertemuan The Fed pada 16-17 September waktu AS. Konsensus analis memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4-4,25% dari 4,25-4,5%.

Di dalam negeri juga tak kalah penting. Investor akan mencermati RDG Bank Indonesia (BI) pada 16-17 September. BI diperkirakan masih akan mempertahankan BI Rate sebesar 5%.

Sementara itu, dalam sepekan terakhir, penguatan IHSG didorong oleh berbagai sentimen positif, antara lain ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan harapan membaiknya perekonomian domestik pada semester II-2025.

“Selain itu, berita bahwa pemerintah mulai menyalurkan kas negara yang disimpan di BI kepada lima bank milik negara senilai Rp 200 triliun juga direspons positif oleh investor,” sebut Phintraco Sekuritas.

BMRI, BBRI dan BBNI masing-masing memperoleh likuiditas sebesar Rp 55 triliun. Sedangkan BBTN mendapatkan likuiditas sebesar Rp 25 triliun dan BRIS sebesar Rp 10 triliun.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah INCO, BMRI, TINS, KRAS, CLEO, dan BRIS.

Cara Cuan dari ASII hingga BBRI 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia