Jumat, 15 Mei 2026

Angin Lagi ke BBNI, Saham Mau Melambung ke Sini

Penulis : Harso Kurniawan
14 Sep 2025 | 18:35 WIB
BAGIKAN
Gedung BNI.
Gedung BNI.

JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mendapatkan katalis kuat dari penempatan dana Rp 200 triliun pemerintah di bank Himbara. Sebab, hal itu bisa meningkatkan net interest margin (NIM) BBNI, sehingga profitabilitas terkerek.

Selain itu, valuasi saham BBNI merupakan yang termurah dibandingkan tiga bank besar lainnya, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Ini membuka lebar potensi penguatan harga saham.

Berdasarkan catatan Verdhana Sekuritas Indonesia, injeksi dana Rp 200 triliun akan mendongkrak ekses likuiditas bank Himbara sebesar 37%. Ini bakal mengurangi ketergantungan bank terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang bersumber dari deposito berbunga tinggi.

ADVERTISEMENT

Saat ini, BBRI, BMRI, BBNI, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) memiliki kelebihan likuiditas Rp 435 triliun untuk menopang pertumbuhan kredit. Perinciannya, BNI memiliki kelebihan likuiditas Rp 117 triliun, BRI Rp 190 triliun, Mandiri Rp 97 triliun, dan BSI Rp 31 triliun.

Kucuran dana Rp 200 triliun akan mengurangi risiko likuiditas bagi sektor perbankan nasional dan memititasi kenaikan biaya dana. Imbasnya, margin bunga bersih (NIM) Himbara bakal stabil, sehingga laba bersih aman dari risiko penurunan margin.

Dari keterangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BBNI mendapatkan jatah penempatan dana Rp 55 triliun, sama seperti BMRI dan BBRI. Verdhana menilai, BBNI, BMRI, dan BBRI bisa menggunakan penempatan dana pemerintah untuk menggarap segmen kredit margin yang tinggi.

“Bagi kami, BBNI akan diuntungkan besar dari penempatan likuiditas pemerintah, lantaran NIM masih rendah,” tulis Verdhana, dikutip Minggu (14/9/2025).

Target Harga dan Valuasi

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 33 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 37 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia