Angin Lagi ke BBNI, Saham Mau Melambung ke Sini
JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mendapatkan katalis kuat dari penempatan dana Rp 200 triliun pemerintah di bank Himbara. Sebab, hal itu bisa meningkatkan net interest margin (NIM) BBNI, sehingga profitabilitas terkerek.
Selain itu, valuasi saham BBNI merupakan yang termurah dibandingkan tiga bank besar lainnya, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Ini membuka lebar potensi penguatan harga saham.
Berdasarkan catatan Verdhana Sekuritas Indonesia, injeksi dana Rp 200 triliun akan mendongkrak ekses likuiditas bank Himbara sebesar 37%. Ini bakal mengurangi ketergantungan bank terhadap dana pihak ketiga (DPK) yang bersumber dari deposito berbunga tinggi.
Baca Juga:
Saham-Saham Penentu Nasib IHSGSaat ini, BBRI, BMRI, BBNI, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS) memiliki kelebihan likuiditas Rp 435 triliun untuk menopang pertumbuhan kredit. Perinciannya, BNI memiliki kelebihan likuiditas Rp 117 triliun, BRI Rp 190 triliun, Mandiri Rp 97 triliun, dan BSI Rp 31 triliun.
Kucuran dana Rp 200 triliun akan mengurangi risiko likuiditas bagi sektor perbankan nasional dan memititasi kenaikan biaya dana. Imbasnya, margin bunga bersih (NIM) Himbara bakal stabil, sehingga laba bersih aman dari risiko penurunan margin.
Dari keterangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BBNI mendapatkan jatah penempatan dana Rp 55 triliun, sama seperti BMRI dan BBRI. Verdhana menilai, BBNI, BMRI, dan BBRI bisa menggunakan penempatan dana pemerintah untuk menggarap segmen kredit margin yang tinggi.
“Bagi kami, BBNI akan diuntungkan besar dari penempatan likuiditas pemerintah, lantaran NIM masih rendah,” tulis Verdhana, dikutip Minggu (14/9/2025).
Target Harga dan Valuasi
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






