Saham Astra (ASII) Disorot
15 Sep 2025 | 07:04 WIB
Astra (ASII) disebut berencana menjual beberapa aset non inti. Dana hasil penjualan aset tersebut berpotensi dibagikan sebagai dividen spesial atau mendanai akuisisi bisnis kesehatan.
Berdasarkan riset Macquarie, ASII akan mempertajam fokus bisnisnya. Manajemen menegaskan bahwa portofolio ASII terdiri atas tujuh lini bisnis, tiga di antaranya merupakan inti, tiga lainnya area pertumbuhan, dan sisanya tidak termasuk dalam dua kelompok tersebut.
Baca Juga:
BBRI Masuk Radar CuanBisnis inti menghasilkan arus kas dengan pertumbuhan andal, yaitu otomotif, jasa keuangan, serta bisnis yang terkait batu bara. Tiga bisnis dengan pertumbuhan tinggi adalah logistik dan jalan tol, pertambangan non-batu bara (emas, nikel), serta kesehatan yang terdiri atas layanan kesehatan digital (e-healthcare), rumah sakit, dan investasi terkait.
Broker asing itu memprediksi ASII bisa meraih dana ekuivalen Rp 640-788 per saham dari penjualan aset non-inti. Dana inilah yang bakal digunakan untuk membayar dividen spesial dan mendanai akuisisi perusahaan kesehatan yang diestimasi sekitar US$ 1,15 miliar alias Rp 469 per saham.
Dari sisi bisnis, Macquarie menilai bahwa peluncuran Veloz hybrid akan menjadi katalis saham ASII dalam jangka pendek. Ini penting, mengingat pergerakan saham ASII sangat berkorelasi dengan laba bersih bisnis otomotif sejak 2016.
Macquarie menaikkan proyeksi laba bersih per saham (EPS) Astra (ASII) pada 2025 dan 2026 sebesar 7% dan 14,4%, didorong oleh kontribusi PT United Tractors Tbk (UNTR), otomotif, dan jasa keuangan.
Soal dividen, Macquarie memprediksi rasionya mencapai 60% untuk tahun buku 2026, lebih besar dari rata-rata 40%. Pada tahun itu, laba bersih ASII diprediksi mencapai Rp 32,5 triliun, dengan EPS sebesar Rp 804. Dengan demikian, dividen per saham ASII bisa sekitar Rp 480-an.
Seiring dengan itu, Macquarie menaikkan target harga saham ASII sebesar 34% menjadi Rp 6.450 dengan rekomendasi outperform. Target harga itu mencerminkan PER 2025 dan 2026 sebesar 8,4 kali dan 8 kali, setara standar deviasi (SD) -1 yang rata-rata mencapai 8,8 kali.
Macquarie juga menaikkan target harga saham UNTR sebesar 29% menjadi Rp 31.200.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.Tag Terpopuler
Terpopuler






