Jumat, 15 Mei 2026

Emas Semakin Relevan di Tengah Volatilitas Pasar

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
16 Sep 2025 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Emas batangan. (Foto: Bloomberg / Getty Images)
Emas batangan. (Foto: Bloomberg / Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Dengan harga emas yang telah melampaui US$ 3.600 per ons, manajer aset menilai logam mulia dapat terus menjadi alat diversifikasi yang berharga bagi investor.

Dikutip dari Kitco News, Selasa (16/9/2025) Direktur Pelaksana dan manajer portofolio tim Alokasi Global BlackRock, Russ Koesterich merekomendasikan emas sebagai lindung nilai terhadap potensi volatilitas pasar.

Menurutnya, emas kini tak hanya dapat berperan sebagai lindung nilai terhadap penurunan suku bunga dan pelemahan mata uang, tetapi juga ketika pasar saham sedang tak sehat.

Meskipun Koesterich tetap optimis terhadap ekuitas, ia menambahkan bahwa risiko meningkat di pasar karena volatilitas telah menurun drastis. "Sejak bulan Mei, investor telah melakukan rotasi terbaik kembali ke ekuitas AS," ujarnya dalam sebuah catatan.

"Meskipun saya masih yakin saham akan menutup tahun ini dengan lebih tinggi, kita memasuki masa di mana volatilitas cenderung meningkat. Mengingat dinamika jangka pendek ini, saya menganjurkan untuk menambahkan sedikit lebih banyak emas ke dalam portofolio," lanjut dia.

Di tahun yang sangat volatil dan penuh dengan ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, Koesterich mencatat bahwa Indeks VIX, ukuran populer dari ekspektasi volatilitas pasar saham berdasarkan opsi indeks S&P 500, baru-baru ini turun di bawah 15 poin -level terendah sejak bulan Februari 2025.

"Kenaikan volatilitas pasar saham yang moderat sekalipun dapat menguntungkan emas. Melihat kembali lima belas tahun terakhir, terdapat hubungan yang sangat konsisten antara kinerja emas relatif terhadap saham dan perubahan mingguan atau bulanan dalam volatilitas tersirat," bebernya.

Koesterich menjelaskan bahwa dalam situasi saat ini, ia akan merekomendasikan investor untuk menyimpan emas antara 2% dan 4% dari portofolio mereka.

"Dalam jangka pendek, mungkin ada argumen untuk mengambil alokasi ke arah batas atas kisaran. Jika volatilitas meningkat, seperti yang biasanya terjadi pada musim gugur, emas cenderung mencatat kinerja relatif yang kuat dibandingkan saham," jelas dia.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 59 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia