Penjatahan IPO EMAS Beres, Ramai 1-2 Lot
JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menggelar penawaran umum perdana (IPO) sebanyak 10% saham ke publik. Masa penawarannya telah beres pada 17-19 September 2025, dan penjatahannya juga tuntas di 19 September.
Ramai diunggah oleh pengguna aplikasi Stockbit Sekuritas bahwa mendapatkan penjatahan 1 atau 2 lot saham IPO EMAS. Namun ada juga yang mengunggah bahwa untuk pemesanan di atas Rp 100 juta maka penjatahannya sekitar 2,4%.
Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mantap menggelar IPO sebanyak 1.618.023.300 (10%) saham.
Perseroan mematok harga IPO di angka Rp 2.880/saham. Sehingga nilai keseluruhan penawaran umum ini Rp 4,65 triliun. Masa penawaran umum berlangsung pada 17-19 September 2025. Penjatahan sahamnya pun dilakukan pada 19 September ini dan distribusi saham tanggal 22 September.
Pencatatan saham Merdeka Gold Resources (EMAS) sendiri dilakukan di Bursa Efek Indoensia (BEI) pada 23 September 2025 pekan depan.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah Trimegah Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Selain itu, ada penjamin emisi efek Aldiracita Sekuritas, Amantara Sekuritas, OCBC Sekuritas, dan UOB Kaya Hian Sekuritas.
Adapun Sinarmas Sekuritas mendapatkan jumlah porsi penjaminan tertinggi sebanyak 741.636.700 saham atau senilai Rp 2,13 triliun (45,84%), Indo Premier 577.747.200 saham atau Rp 1,66 triliun (35,71%), dan Trimegah Sekuritas 297.937.800 saham atau Rp 858 miliar (18,41%).
Baca Juga:
Petunjuk Saham BBCASedangkan, Aldiracita Sekuritas, Amantara Sekuritas, OCBC Sekuritas, dan UOB Kay Hian masing-masing 175.400 saham atau Rp 505,15 miliar (0,01%).
Dalam Stream aplikasi Stockbit Sekuritas pada Jumat (19/9/2025), saham EMAS ini sudah ramai diperbincangkan. Itu gara-gara antrean IPO EMAS disebut-sebut membeludak. Per pukul 07.07 WIB kemarin, berdasarkan data di situs web e-ipo, antrean yang memesan IPO EMAS sudah tembus 500 ribu pihak.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






