Kamis, 14 Mei 2026

Harga Batu Bara Naik Berkat Trump

Penulis : Indah Handayani
26 Sep 2025 | 07:52 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara. (Image By maniacvector/freepik)
Ilustrasi batu bara. (Image By maniacvector/freepik)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara naik pada Kamis (25/9/2025). Penguatan itu karena pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda rencana pensiun sebagian besar pembangkit listrik tenaga batu bara demi pasok listrik kebutuhan AI.

Harga batu bara Newcastle untuk September 2025 naik US$ 0,25 menjadi US$ 103,85 per ton. Sedangkan harga batu bara Newcastle Oktober 2025 menguat US$ 0,4 menjadi US$ 105,05 per ton. Sementara November 2025 terkerek US$ 0,75 menjadi US$ 107,2 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk September 2025 turun US$ 0,3 menjadi US$ 92,8. Sedangkan, Oktober 2025 menguat US$ 0,6 menjadi US$ 94,2 dan November 2025 juga naik US$ 0,4 menjadi US$ 95,6.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Reuters, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, pembangkit batu bara yang rata-rata sudah berusia setengah abad tetap akan dioperasikan. “Mayoritas kapasitas batu bara akan tetap online. Kami harus menghentikan rencana pensiun pembangkit yang masih bisa memasok listrik,” ujarnya.

Menurut Wright, pemerintah bahkan siap menggunakan kewenangan darurat untuk memperpanjang usia operasional pembangkit. Bulan lalu, Departemen Energi memperpanjang izin darurat bagi pembangkit batu bara di Michigan yang semula akan ditutup karena alasan ekonomi. Hal serupa juga diberlakukan untuk pembangkit gas dan minyak di Pennsylvania.

Selain batu bara, pemerintahan Trump juga mendorong pemanfaatan energi nuklir dengan mempercepat regulasi perizinan serta mendukung teknologi nuklir baru. Saat ini, dua reaktor nuklir yang sebelumnya ditutup, termasuk di Three Mile Island, Pennsylvania, sedang dalam proses dinyalakan kembali untuk memasok listrik bagi pusat data Microsoft.

Lonjakan konsumsi listrik di AS diperkirakan akan mencapai rekor tahun ini dan tahun depan. Peningkatan kebutuhan energi dipicu ekspansi besar-besaran pusat data AI, yang juga menjadi medan persaingan global antara AS dan China.

Wright menambahkan, China tahun lalu membangun 100 gigawatt kapasitas listrik batu bara dan tengah mengerjakan 100 gigawatt tambahan. “Mereka terus menambah kapasitas energi untuk memperkuat industri. Kita juga tidak boleh tertinggal,” tegasnya.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 11 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 28 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 58 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia