Fenomena Saham Receh Lari Ribuan Persen
JAKARTA, investor.id - Pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2025 ini banyak diwarnai dengan lonjakan harga saham receh hingga ribuan persen. Padahal kinerja labanya tak seberapa dibandingkan blue chips, bahkan di antaranya ada yang merugi.
Sejumlah saham receh yang harganya terbang seringkali diiringi cerita seperti rencana aksi korporasi hingga kemungkinan masuknya investor baru alias diakuisisi. Berikut lima saham receh dengan lesatan tertinggi sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirangkum dalam aplikasi Indo Premier Sekuritas, kenaikan saham receh tertinggi terjadi pada saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang mencapai 2.821% year to date (ytd). Di awal tahun, harga saham emiten angkutan laut ini hanya Rp 19 perak. Dan per penutupan Jumat (26/9/2025), saham berkode CBRE sudah ada di level Rp 555.
CBRE punya cerita rencana rights issue hingga aksi korporasi berupa pembelian satu kapal pipe-laying & lifting vessel atas nama kapal Hai Long 106 dengan nilai transaksi US$ 100 juta atau Rp 1,61 triliun yang perlu restu RUPSLB. Tapi pengajuan persetujuan rights issue hingga pelaksanaan RUPSLB sendiri ditunda untuk sementara waktu.
PIPA DADA Cs
Setelah itu saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) terbang 2.627% dari Rp 11 ke Rp 300. Dalam paparan publik insidentil perseroan baru-baru ini ditegaskan bahwa Morris Capital Indonesia akan masuk dengan menyerap 57% saham dan akan menjadi pengendali baru.
Selanjutnya saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) melaju 1.587% dari Rp 8 ke Rp 135. Diamond Citra Propertindo baru menggelar papar publik tahunan pada 4 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, Direktur DADA Bayu Setiawan mengungkapkan bahwa fluktuasi harga saham merupakan hasil dari mekanisme pasar yang dinamis dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran.
Bayu juga menambahkan bahwa potensi masuknya investor lokal maupun asing tentunya menjadi langkah positif yang sejalan dengan strategi pengembangan jangka panjang perusahaan. “Namun demikian belum ada informasi material yang wajib diumumkan,” katanya dikutip dari laporan paparan publik DADA.
Kemudian saham PT Leyand International Tbk (LAPD) melonjak 1.088% dari Rp 18 ke Rp 214. LAPD juga bakal diakuisisi oleh PT JSI Sinergi Mas dengan penguasaan 51% saham nantinya.
Lalu kelima adalah saham PT Bumi Teknolkultura Unggul Tbk (BTEK) ngacir 1.066% dari Rp 3 perak ke Rp 35. Namun saham BTEK melaju saat pengendalinya yakni Golden Harvest Cocoa Ltd menambah kepemilikan dari 29,51% menjadi 41,59% saham.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






