Minggu, 21 Juni 2026

Fenomena Saham Receh Lari Ribuan Persen

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Sep 2025 | 13:25 WIB
BAGIKAN
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Pasar saham Indonesia sepanjang tahun 2025 ini banyak diwarnai dengan lonjakan harga saham receh hingga ribuan persen. Padahal kinerja labanya tak seberapa dibandingkan blue chips, bahkan di antaranya ada yang merugi.

Sejumlah saham receh yang harganya terbang seringkali diiringi cerita seperti rencana aksi korporasi hingga kemungkinan masuknya investor baru alias diakuisisi. Berikut lima saham receh dengan lesatan tertinggi sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirangkum dalam aplikasi Indo Premier Sekuritas, kenaikan saham receh tertinggi terjadi pada saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang mencapai 2.821% year to date (ytd). Di awal tahun, harga saham emiten angkutan laut ini hanya Rp 19 perak. Dan per penutupan Jumat (26/9/2025), saham berkode CBRE sudah ada di level Rp 555.

ADVERTISEMENT

CBRE punya cerita rencana rights issue hingga aksi korporasi berupa pembelian satu kapal pipe-laying & lifting vessel atas nama kapal Hai Long 106 dengan nilai transaksi US$ 100 juta atau Rp 1,61 triliun yang perlu restu RUPSLB. Tapi pengajuan persetujuan rights issue hingga pelaksanaan RUPSLB sendiri ditunda untuk sementara waktu.

PIPA DADA Cs

Setelah itu saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) terbang 2.627% dari Rp 11 ke Rp 300. Dalam paparan publik insidentil perseroan baru-baru ini ditegaskan bahwa Morris Capital Indonesia akan masuk dengan menyerap 57% saham dan akan menjadi pengendali baru.

Selanjutnya saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) melaju 1.587% dari Rp 8 ke Rp 135. Diamond Citra Propertindo baru menggelar papar publik tahunan pada 4 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, Direktur DADA Bayu Setiawan mengungkapkan bahwa fluktuasi harga saham merupakan hasil dari mekanisme pasar yang dinamis dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran.

Bayu juga menambahkan bahwa potensi masuknya investor lokal maupun asing tentunya menjadi langkah positif yang sejalan dengan strategi pengembangan jangka panjang perusahaan. “Namun demikian belum ada informasi material yang wajib diumumkan,” katanya dikutip dari laporan paparan publik DADA.

Kemudian saham PT Leyand International Tbk (LAPD) melonjak 1.088% dari Rp 18 ke Rp 214. LAPD juga bakal diakuisisi oleh PT JSI Sinergi Mas dengan penguasaan 51% saham nantinya.

Lalu kelima adalah saham PT Bumi Teknolkultura Unggul Tbk (BTEK) ngacir 1.066% dari Rp 3 perak ke Rp 35. Namun saham BTEK melaju saat pengendalinya yakni Golden Harvest Cocoa Ltd menambah kepemilikan dari 29,51% menjadi 41,59% saham.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia