Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Dekati Puncak, Didukung Potensi Shutdown Pemerintah AS

Penulis : Indah Handayani
1 Okt 2025 | 04:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas 
Sumber; AP
ilustrasi harga emas Sumber; AP

NEW YORK, investor.id – Harga emas dunia kembali mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Selasa (30/9/2025). Kenaikan ini didukung kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan pemerintah (government shutdown) Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari CNBC Internasional, penguatan harga emas juga ditopang data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, yang memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Harga emas spot naik 0,66% menjadi US$ 3.845,96 per ounce, pulih dari pelemahan sebelumnya di sesi perdagangan AS. Pada perdagangan Asia, harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa baru di US$ 3.871,45 per ounce.

“Emas kembali menunjukkan ketahanan luar biasa, dengan cepat bangkit dari tekanan setelah data lowongan kerja (JOLTs) AS yang mengecewakan. Data tersebut tidak akan menghalangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan,” ujar analis independen logam mulia Tai Wong.

Wong menambahkan, ketidakpastian akibat potensi shutdown pemerintah AS semakin memperkuat sentimen beli emas.

Data terbaru menunjukkan lowongan pekerjaan di AS hanya meningkat tipis pada Agustus, sementara tingkat perekrutan justru menurun. Kondisi ini mencerminkan pasar tenaga kerja yang melemah, sehingga memberi ruang bagi The Fed untuk kembali memangkas suku bunga pada pertemuan Oktober mendatang.

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang 97% terjadinya pemangkasan suku bunga pada Oktober. Dalam kondisi ketidakpastian dan suku bunga rendah, emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung menjadi aset lindung nilai yang diminati.

Sepanjang September, harga emas telah melonjak 11,5%, menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Agustus 2011. Secara kuartalan, harga emas tercatat naik 16,4%. Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, harga emas telah naik 46,46%. Sedangkan secara year to date, logam mulia ini telah melonjak 47,47%.

Dibayangi Shutdown Pemerintah AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia