Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Mulai Fluktuatif, Begini Ramalan untuk Bulan November

Penulis : Natasha Khairunisa Amani
20 Okt 2025 | 15:01 WIB
BAGIKAN
Harga emas diperkirakan akan lanjut naik di bulan November mendatang, meski beberapa kali mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. (Foto: AP/ Mike Groll)
Harga emas diperkirakan akan lanjut naik di bulan November mendatang, meski beberapa kali mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. (Foto: AP/ Mike Groll)

JAKARTA, investor.id - Harga emas diperkirakan akan lanjut naik di bulan November mendatang, meski beberapa kali mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir.

"Di bulan November kemungkinan harga emas akan mencapai US$ 4.437 per troy ons," ungkap pengamat pasar emas, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (20/10/2025).

Pada hari Senin pagi (20/10), harga emas ditutup anjlok 1,73% ke level US$ 4.251,82 per troy ons. Meski mencatatkan penurunan, harga emas telah naik  sebanyak 5,77% dalam sepekan terakhir.

Sedangkan secara year to date (ytd), harga emas melonjak 62,01%. Sementara rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) harga emas spot tercatat berada di level US$ 4.379 per troy ons.

"Apa yang membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan namun terjadi taking profit? Salah satunya adalah informasi bahwa Trump dan Putin akan mengadakan pertemuan puncak tentang perang antara Ukraina dan Rusia yang sampai saat ini masih terjadi," papar Ibrahim. 

Namun, Ibrahim melihat, sejumlah pengamat mengaku ragu terkait hasil dari pertemuan tersebut. Hal ini mengingat sulitnya untuk mencapai gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Di Asia, proyeksi harga emas dipengaruhi sentimen perbedaan pendapat antara Perdana Menteri Jepang dengan Bank Sentral Jepang tentang kebijakan suku bunga.

Ibrahim menyebut, ada dua ketimpangan antara Perdana Menteri dan BOJ yang membuat mata uang yen terhadap USD mengalami penguatan dan berdampak terhadap harga emas dunia yang menurun.

Selain itu, proyeksi harga emas ke depan juga dipengaruhi oleh sentimen penutupan pemerintah federal atau government shutdown AS yang masih berlangsung dan sudah memasuki hari ke-18.

Adapun sentimen perkembangan perang dagang antara AS dan China. Terakhir, lonjakan harga emas juga dipengaruhi permintaan yang besar di antara bank-bank sentral global. Hampir semua bank sentral global terus menyimpan cadangan devisa mereka dalam bentuk emas.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia