Sabtu, 4 April 2026

Sentimen Kripto Anjlok ke Level “Ketakutan Ekstrem” Saat Bitcoin Merosot

Penulis : Grace El Dora
4 Nov 2025 | 13:42 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi Bitcoin. (Sumber: Freepik)

JAKARTA, investor.id – Sentimen pasar aset kripto mengalami penurunan tajam pada Selasa (4/11/2025), setelah harga Bitcoin merosot. Bitcoin (BTC) sempat jatuh di bawah US$ 106.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga minggu terakhir.

Berdasarkan data Crypto Fear & Greed Index, tingkat sentimen kripto anjlok hingga 21 dari 100 poin, atau turun setengah dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini menandakan kondisi “Extreme Fear” (ketakutan ekstrem) di pasar kripto global, lapor Cointelegraph.

Menurut data CoinGecko, harga Bitcoin sempat menyentuh titik terendah harian di US$ 105.540 pada Senin (3/11/2025) malam, setelah sebelumnya mencapai puncak intraday di atas US$ 109.000. Hingga Selasa pagi, BTC tercatat turun sekitar 2%, namun mulai pulih ke kisaran US$ 106.500.

Advertisement

Tekanan Jual Masif, Indeks Sentimen Merosot

Skor indeks sentimen kripto pada Selasa merupakan yang terendah dalam hampir tujuh bulan, terakhir kali menyentuh level 18 pada 9 April 2025. Saat itu, pasar saham dan kripto global sama-sama melemah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif perdagangan global baru yang mengguncang pasar.

Sebelumnya, indeks sempat jatuh ke level “Extreme Fear” pada 22 Oktober 2025, dengan skor 25, ketika harga Bitcoin anjlok dari US$ 110.000 ke bawah US$ 108.000. Sejak awal Oktober 2025, indeks ini terus berayun antara kategori “Extreme Fear” dan “Neutral”, mengikuti volatilitas tajam setelah crash pasar pada 9-10 Oktober 2025.

Menariknya, hanya sebulan lalu yaitu pada 5 Oktober 2025 indeks sempat mencatat skor tertinggi 74 yang menandakan fase “Greed” (keserakahan) sebelum penurunan harga besar terjadi.

Penyebab Penurunan dan Harapan Investor

Sejumlah analis menilai penurunan harga Bitcoin kali ini disebabkan oleh menurunnya permintaan institusional, aktivitas blockchain yang melambat, serta kekhawatiran terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang semakin hawkish.

Meskipun The Fed baru saja memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, bank sentral AS itu memberi sinyal kemungkinan besar tidak akan menurunkan suku bunga lagi hingga 2025. Kebijakan ini memicu penurunan di pasar kripto karena investor sebelumnya berharap ada pelonggaran moneter lebih lanjut.

Selain itu, produk ETF berbasis Bitcoin juga mengalami arus keluar bersih hampir US$ 800 juta pekan lalu. Ini menjadi pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, di mana pembelian institusional berada di bawah pasokan Bitcoin yang ditambang setiap hari.

Meski begitu, para investor optimistis bulan ini dapat membawa perubahan positif. Komunitas kripto berharap pada fenomena “Moonvember”, karena secara historis Bitcoin mencatat rata-rata kenaikan 42% setiap November sehingga menjadikan ini bulan terbaik untuk pertumbuhan harga.

Sejak awal 2025, pasar aset kripto mengalami volatilitas tinggi akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga global dan perlambatan ekonomi AS. Setelah mencapai rekor tertinggi di atas US$ 126.000 pada awal Oktober 2025, Bitcoin mengalami koreksi tajam.

Selain faktor makroekonomi, fluktuasi harga juga dipengaruhi oleh aktivitas spekulatif, arus keluar dari ETF kripto, dan perubahan sentimen investor. Dalam konteks ini, indikator seperti Crypto Fear & Greed Index menjadi salah satu acuan penting bagi pelaku pasar untuk membaca arah pergerakan harga dan tingkat kepercayaan investor terhadap pasar kripto

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 5 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 9 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.
International 13 menit yang lalu

Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Operasi Penyelamatan Pilot Jadi Rebutan

Jet F-15 AS jatuh di Iran, operasi penyelamatan pilot jadi rebutan kedua pihak. Eskalasi perang kian meluas hingga ancam pasokan energi.
Business 39 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 42 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia