Sentimen Kripto Anjlok ke Level “Ketakutan Ekstrem” Saat Bitcoin Merosot
JAKARTA, investor.id – Sentimen pasar aset kripto mengalami penurunan tajam pada Selasa (4/11/2025), setelah harga Bitcoin merosot. Bitcoin (BTC) sempat jatuh di bawah US$ 106.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga minggu terakhir.
Berdasarkan data Crypto Fear & Greed Index, tingkat sentimen kripto anjlok hingga 21 dari 100 poin, atau turun setengah dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini menandakan kondisi “Extreme Fear” (ketakutan ekstrem) di pasar kripto global, lapor Cointelegraph.
Menurut data CoinGecko, harga Bitcoin sempat menyentuh titik terendah harian di US$ 105.540 pada Senin (3/11/2025) malam, setelah sebelumnya mencapai puncak intraday di atas US$ 109.000. Hingga Selasa pagi, BTC tercatat turun sekitar 2%, namun mulai pulih ke kisaran US$ 106.500.
Tekanan Jual Masif, Indeks Sentimen Merosot
Skor indeks sentimen kripto pada Selasa merupakan yang terendah dalam hampir tujuh bulan, terakhir kali menyentuh level 18 pada 9 April 2025. Saat itu, pasar saham dan kripto global sama-sama melemah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif perdagangan global baru yang mengguncang pasar.
Sebelumnya, indeks sempat jatuh ke level “Extreme Fear” pada 22 Oktober 2025, dengan skor 25, ketika harga Bitcoin anjlok dari US$ 110.000 ke bawah US$ 108.000. Sejak awal Oktober 2025, indeks ini terus berayun antara kategori “Extreme Fear” dan “Neutral”, mengikuti volatilitas tajam setelah crash pasar pada 9-10 Oktober 2025.
Menariknya, hanya sebulan lalu yaitu pada 5 Oktober 2025 indeks sempat mencatat skor tertinggi 74 yang menandakan fase “Greed” (keserakahan) sebelum penurunan harga besar terjadi.
Penyebab Penurunan dan Harapan Investor
Sejumlah analis menilai penurunan harga Bitcoin kali ini disebabkan oleh menurunnya permintaan institusional, aktivitas blockchain yang melambat, serta kekhawatiran terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang semakin hawkish.
Meskipun The Fed baru saja memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, bank sentral AS itu memberi sinyal kemungkinan besar tidak akan menurunkan suku bunga lagi hingga 2025. Kebijakan ini memicu penurunan di pasar kripto karena investor sebelumnya berharap ada pelonggaran moneter lebih lanjut.
Selain itu, produk ETF berbasis Bitcoin juga mengalami arus keluar bersih hampir US$ 800 juta pekan lalu. Ini menjadi pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, di mana pembelian institusional berada di bawah pasokan Bitcoin yang ditambang setiap hari.
Meski begitu, para investor optimistis bulan ini dapat membawa perubahan positif. Komunitas kripto berharap pada fenomena “Moonvember”, karena secara historis Bitcoin mencatat rata-rata kenaikan 42% setiap November sehingga menjadikan ini bulan terbaik untuk pertumbuhan harga.
Sejak awal 2025, pasar aset kripto mengalami volatilitas tinggi akibat ketidakpastian kebijakan suku bunga global dan perlambatan ekonomi AS. Setelah mencapai rekor tertinggi di atas US$ 126.000 pada awal Oktober 2025, Bitcoin mengalami koreksi tajam.
Selain faktor makroekonomi, fluktuasi harga juga dipengaruhi oleh aktivitas spekulatif, arus keluar dari ETF kripto, dan perubahan sentimen investor. Dalam konteks ini, indikator seperti Crypto Fear & Greed Index menjadi salah satu acuan penting bagi pelaku pasar untuk membaca arah pergerakan harga dan tingkat kepercayaan investor terhadap pasar kripto
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





