Bitcoin di Fase Bear Market Tak Lama Setelah Cetak Rekor Tertinggi
Tidak seperti saham yang terdorong oleh optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), Bitcoin belum menemukan katalis positif baru. Sejumlah analis menilai investor kini lebih berhati-hati dan menunggu sinyal teknikal sebelum kembali masuk ke pasar.
“Investor tampaknya menarik dana dari kripto untuk menutup posisi di saham ketika pasar saham mulai rebound,” ujar Marcus Sturdivant dari The ABC Squared.
Target Bullish Terancam Melenceng
Dengan kondisi volatilitas tinggi dan tekanan makro yang terus berlanjut, sejumlah prediksi bullish akhir tahun tampak sulit tercapai. Analis seperti Tom Lee dan Geoff Kendrick dari HSBC sebelumnya memperkirakan harga Bitcoin bisa menembus US$ 200.000, namun kini skenario itu dianggap terlalu ambisius.
“Dengan ketidakpastian suku bunga, risiko perdagangan, dan potensi dampak penutupan pemerintahan AS terhadap data ekonomi, investor tidak punya cukup alasan untuk masuk di level US$ 120.000,” ujar Pendiri Blockpliance Guillermo Fernandes.
Pasar kripto global sedang mengalami fase penyesuaian besar setelah reli panjang sejak awal tahun. Kenaikan harga yang cepat mendorong banyak investor ritel dan institusi mengambil posisi long berlebihan, menciptakan potensi likuidasi besar saat tekanan jual muncul.
Selain itu, perubahan arah kebijakan moneter global dan ketidakpastian geopolitik turut menguji ketahanan aset digital. Periode konsolidasi ini dianggap penting oleh sebagian analis untuk membentuk dasar yang lebih sehat sebelum pasar kripto memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





