Harga Emas Tertekan, Pakar Sebut Bisa Turun ke Level Ini
JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diprediksi masih tertekan pada pekan ini. Pakar menyebut pelemahan itu seiring meningkatnya kekuatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik global yang akan menyeret harga emas turun di bawah US$ 4.000 per ons troi.
Harga emas dunia ditutup melemah 0,28% menjadi US$ 4.065,90 per ons troi pada Jumat (21/11/2025). Sepekan lalu, harga emas tercatat turun 0,34% dan sebulan terakhir mencatatkan penurunan sebanyak 1,46%. Meski demikian, sepanjang 2025 harga emas masih mencatatkan keuntungan sebesar 54,89%.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan, tekanan ini bisa semakin besar pada pekan depan, seiring sentimen global yang belum stabil. Pada perdagangan Senin (24/11/2025), harga emas berpotensi menguji support pertama di US$ 4.015 per ons troi. “Jika tekanan berlanjut sepanjang pekan, emas bahkan diperkirakan dapat merosot hingga US$ 3.972,” ungkapnya, Minggu (23/11/2025).
Namun, lanjut Ibrahim, bila sentimen berubah positif, harga emas memiliki peluang menguji resistance mingguan di US$ 4.180. Meski demikian, peluang kenaikan emas cenderung terbatas. Harga emas disebut sulit mempertahankan penguatan di atas resistance awal US$ 4.100, sehingga membuka ruang koreksi lebih dalam.
“Untuk akhir tahun, harga emas dunia kemungkinan hanya berada di sekitar US$ 4.380. Sangat berat untuk menembus US$ 4.500–US$ 4.700 dalam kondisi pasar saat ini,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, sejumlah faktor menekan harga emas. Dari Amerika Serikat (AS), penguatan indeks dolar dipicu oleh data tenaga kerja September yang lebih baik dari ekspektasi. Pernyataan pejabat The Fed juga masih beragam, mulai dari yang mendukung suku bunga tinggi hingga yang membuka peluang pemangkasan dalam waktu dekat.
Ibrahim menambahkan, sensitivitas pasar terhadap isu suku bunga membuat arah emas dalam jangka pendek sangat bergantung pada rilis data ekonomi AS. “Pembahasan serius mengenai penurunan suku bunga baru akan menguat pada Desember,” jelasnya.
Dari sisi geopolitik, Ibrahim menyebut, tensi Rusia–Ukraina kembali memanas setelah proposal gencatan senjata yang didorong pemerintahan Trump tidak mendapatkan respons positif dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ketidakpastian ini membuat pasar cenderung berhati-hati, memicu volatilitas pada aset-aset safe haven seperti emas.
Faktor Tambahan
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






