Harga Emas Tertekan, Pakar Sebut Bisa Turun ke Level Ini
Di luar itu, analis internasional juga melihat sejumlah faktor tambahan yang dapat memperberat langkah emas. Dikutip dari Kitco, para pakar menilai hubungan emas dengan dolar dan imbal hasil obligasi kembali menjadi perhatian menjelang keputusan akhir The Fed pada Desember.
Pasar memang memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga mencapai sekitar 69%, namun banyak ekonom menilai probabilitas tersebut masih seimbang 50:50. Ketidakpastian inilah yang membuat emas rentan terkoreksi jika data ekonomi AS kembali menunjukkan kekuatan.
Direktur Proptraderedge.com Kathy Lien menilai emas kini berada pada posisi ‘crowded trade’, sehingga data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi dapat memberi tekanan tambahan. Penjualan ritel selama long weekend Thanksgiving disebut akan menjadi indikator penting arah kebijakan The Fed.
“Jika data menunjukkan konsumen AS masih kuat, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga pada Desember, yang dapat menekan harga emas lebih jauh,” paparnya.
Senior Market Analyst FXTM Lukman Otunuga memprediksi, harga emas akan bergerak dalam kisaran sempit pada pekan ini. Jika data ekonomi AS mengecewakan, peluang emas menguji kembali level US$ 4.100 tetap terbuka. “Namun, jika data ritel dan inflasi produsen (PPI) menunjukkan kekuatan ekonomi, emas berpotensi turun menembus support US$ 4.000 menuju US$ 3.970 hingga US$ 3.930,” papar Otunuga.
Pekan ini, pasar fokus pada rilis sejumlah data penting AS, termasuk indeks harga produsen (PPI), penjualan ritel inti, penjualan rumah pending, pesanan barang tahan lama, estimasi awal PDB kuartal III, dan data pengeluaran pribadi. Sementara itu, pasar keuangan AS akan tutup pada Kamis (27/11/2025) untuk libur Thanksgiving.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






