Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Tertekan, Pakar Sebut Bisa Turun ke Level Ini

Penulis : Indah Handayani
24 Nov 2025 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Treasury)
Ilustrasi harga emas. (Treasury)

Di luar itu, analis internasional juga melihat sejumlah faktor tambahan yang dapat memperberat langkah emas. Dikutip dari Kitco, para pakar menilai hubungan emas dengan dolar dan imbal hasil obligasi kembali menjadi perhatian menjelang keputusan akhir The Fed pada Desember.

Pasar memang memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga mencapai sekitar 69%, namun banyak ekonom menilai probabilitas tersebut masih seimbang 50:50. Ketidakpastian inilah yang membuat emas rentan terkoreksi jika data ekonomi AS kembali menunjukkan kekuatan.

Direktur Proptraderedge.com Kathy Lien menilai emas kini berada pada posisi ‘crowded trade’, sehingga data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi dapat memberi tekanan tambahan. Penjualan ritel selama long weekend Thanksgiving disebut akan menjadi indikator penting arah kebijakan The Fed.

“Jika data menunjukkan konsumen AS masih kuat, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga pada Desember, yang dapat menekan harga emas lebih jauh,” paparnya.

Senior Market Analyst FXTM Lukman Otunuga memprediksi, harga emas akan bergerak dalam kisaran sempit pada pekan ini. Jika data ekonomi AS mengecewakan, peluang emas menguji kembali level US$ 4.100 tetap terbuka. “Namun, jika data ritel dan inflasi produsen (PPI) menunjukkan kekuatan ekonomi, emas berpotensi turun menembus support US$ 4.000 menuju US$ 3.970 hingga US$ 3.930,” papar Otunuga.

Pekan ini, pasar fokus pada rilis sejumlah data penting AS, termasuk indeks harga produsen (PPI), penjualan ritel inti, penjualan rumah pending, pesanan barang tahan lama, estimasi awal PDB kuartal III, dan data pengeluaran pribadi. Sementara itu, pasar keuangan AS akan tutup pada Kamis (27/11/2025) untuk libur Thanksgiving.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 5 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 5 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 6 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia