Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas Tertekan, Pakar Sebut Bisa Turun ke Level Ini

Penulis : Indah Handayani
24 Nov 2025 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas. (Treasury)
Ilustrasi harga emas. (Treasury)

JAKARTA, investor.id – Harga emas dunia diprediksi masih tertekan pada pekan ini. Pakar menyebut pelemahan itu seiring meningkatnya kekuatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik global yang akan menyeret harga emas turun di bawah US$ 4.000 per ons troi.

Harga emas dunia ditutup melemah 0,28% menjadi US$ 4.065,90 per ons troi pada Jumat (21/11/2025). Sepekan lalu, harga emas tercatat turun 0,34% dan sebulan terakhir mencatatkan penurunan sebanyak 1,46%. Meski demikian, sepanjang 2025 harga emas masih mencatatkan keuntungan sebesar 54,89%.

Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan, tekanan ini bisa semakin besar pada pekan depan, seiring sentimen global yang belum stabil. Pada perdagangan Senin (24/11/2025), harga emas berpotensi menguji support pertama di US$ 4.015 per ons troi. “Jika tekanan berlanjut sepanjang pekan, emas bahkan diperkirakan dapat merosot hingga US$ 3.972,” ungkapnya, Minggu (23/11/2025).

Namun, lanjut Ibrahim, bila sentimen berubah positif, harga emas memiliki peluang menguji resistance mingguan di US$ 4.180. Meski demikian, peluang kenaikan emas cenderung terbatas. Harga emas disebut sulit mempertahankan penguatan di atas resistance awal US$ 4.100, sehingga membuka ruang koreksi lebih dalam.

“Untuk akhir tahun, harga emas dunia kemungkinan hanya berada di sekitar US$ 4.380. Sangat berat untuk menembus US$ 4.500–US$ 4.700 dalam kondisi pasar saat ini,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, sejumlah faktor menekan harga emas. Dari Amerika Serikat (AS), penguatan indeks dolar dipicu oleh data tenaga kerja September yang lebih baik dari ekspektasi. Pernyataan pejabat The Fed juga masih beragam, mulai dari yang mendukung suku bunga tinggi hingga yang membuka peluang pemangkasan dalam waktu dekat.

Ibrahim menambahkan, sensitivitas pasar terhadap isu suku bunga membuat arah emas dalam jangka pendek sangat bergantung pada rilis data ekonomi AS. “Pembahasan serius mengenai penurunan suku bunga baru akan menguat pada Desember,” jelasnya.

Dari sisi geopolitik, Ibrahim menyebut, tensi Rusia–Ukraina kembali memanas setelah proposal gencatan senjata yang didorong pemerintahan Trump tidak mendapatkan respons positif dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Ketidakpastian ini membuat pasar cenderung berhati-hati, memicu volatilitas pada aset-aset safe haven seperti emas.

Faktor Tambahan

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 16 menit yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 47 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 7 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 7 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia