Minggu, 21 Juni 2026

Net Buy Gede Lagi, Duit Asing Bertebaran di Saham Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
29 Des 2025 | 20:06 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Investor asing kembali mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) saham dengan nilai yang besar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/12/2025). Asing memburu saham DEWA, ANTM, dan ADMR.

Adapun net buy asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 2,2 triliun. Transaksi itu, menurut data RTI, terdiri atas net buy sebesar Rp 1 triliun di pasar reguler serta net buy senilai Rp 1,2 triliun di pasar negosiasi dan tunai.

Dengan demikian, total transaksi jual bersih (net sell) asing sepanjang tahun berjalan ini berkurang menjadi Rp 16,1 triliun.

ADVERTISEMENT

Net buy terbesar di pasar reguler hari ini dialami saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencapai Rp 576,7 miliar.

Selain memburu saham DEWA, asing juga menyerbu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Net buy pada saham ANTM sebesar Rp 301,6 miliar dan ADMR senilai Rp 112,8 miliar.

Sebaliknya, net sell terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencapai Rp 568,5 miliar.

Kemudian, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Net sell asing pada saham BBRI sebesar Rp 414,2 miliar dan BBCA senilai Rp 227,7 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup menguat 106,3 poin (1,25%) ke level 8.644,2. Sebanyak 493 saham naik, 221 saham turun, dan 244 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 22,7 triliun.

Sejumlah sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini. Sektor yang menguat paling tinggi yakni sektor barang konsumen primer sebesar 3,7%.

Diikuti, penguatan di sektor infrastruktur sebesar 3,3%, sektor energi 3,17%, sektor barang baku 3,11%, sektor transportasi 2,6%, sektor perindustrian 1,9%, sektor keuangan 0,9%, sektor properti 0,84%, sektor barang konsumen non-primer 0,4%, dan sektor kesehatan 0,1%. Sebaliknya, pelemahan melanda sektor teknologi sebesar 1,1%.

Top Cuan 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia